KOTIM//NUSANTARARAYA.COM// Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit melakukan panen perdana ikan lele hasil program kemandirian warga binaan dengan berat total sebanyak 90 kilogram.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan ketrampilan produktif bagi narapidana.
“Panen tersebut berasal dari kolam budidaya yang dikelola langsung oleh warga binaan dibawah bimbingan petugas dan mitra teknis dari dinas terkait,” kata Kalapas Sampit Muhammad Yani, dikutip Jum’at (6/06/2025).
Ia menyebutkan, bahwa hasil ini adalah merupakan tahap awal dari program yang dirancang untuk jangka panjang.
“Ini baru permulaan, kedepannya kami targetkan kapasitas budidaya dan volume panen bisa meningkat seiring dengan peningkatan ketrampilan warga binaan serta perbaikan sistem pemeliharaan,” ujarnya.
Program budidaya lele ini memanfaatkan lahan kosong di dalam lingkungan Lapas. Warga binaan dilibatkan langsung dalam seluruh proses, mulai dari penebaran benih, pemberian pakan, hingga proses panen.
“Selain memberikan ketrampilan praktis, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan melalui kerja sama pemasaran dengan mitra lokal,” jelas Muhammad Yani.
Hasil panen ini rencananya akan dipasarkan ke pasar lokal dan digunakan untuk mendukung kegiatan konsumsi internal, serta sebagian akan dijual untuk menambah pendapatan negara bukan pajak (PNBP).
(Tbk)





