
KOTIM, MEDIANUSANTARARAYA.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui program Pasar Murah. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, di Museum Kayu Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin (16/03/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPR RI Komisi V Muhammad Syauqie, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, Bupati Kotawaringin Timur H. Halikinnor, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, Kapolres Kotim, Dandenpom XXII/1, serta unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sejak pagi, ribuan warga tampak memadati lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat saat mereka memanfaatkan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang wajar. Pasar murah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan sebanyak 2.000 paket sembako dengan nilai Rp147.000 per paket. Paket tersebut disubsidi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebesar Rp137.000 sehingga masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga Rp10.000 per paket.

Selain pasar murah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Bantuan Pangan Presiden RI periode Februari dan Maret 2026, Gerakan Pangan Murah (GPM), penyaluran bantuan tunai Kartu Huma Betang Sejahtera, serta layanan cek kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, status gizi, skrining kesehatan jiwa, hingga pemeriksaan kesehatan lansia.
Gubernur juga memastikan bahwa seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi ketat oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah agar bantuan tepat sasaran.
Sementara itu, Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menegaskan pihaknya siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program pemerintah hingga ke wilayah pelosok.
“Kami siap mengawal jalannya program pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Tugas kami memastikan distribusi bantuan berjalan aman, tertib, dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
(Tbk)





