PALANGKA RAYA, MEDIATNUSANTARARAYA.COM – Sejumlah pengecer bahan bakar minyak (BBM) mengikuti rapat dan diskusi terkait antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga 20.05 WIB tersebut digelar di Hotel Hawai, Jalan Bubut Nomor 3, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Dalam kegiatan itu hadir Sosanta Januarson selaku penggerak pengecer bersama sekitar 50 orang pengecer BBM eceran.
Pertemuan dilakukan untuk membahas kondisi antrean BBM yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Sosanta menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan forum diskusi bersama guna mencari solusi atas kebutuhan para pengecer maupun kondisi distribusi BBM di lapangan.
“Kita di sini sama-sama berdiskusi dan mencari solusi bersama terkait kebutuhan kita. Masalah antrean BBM ini menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia juga meminta para pengecer agar lebih tertib saat melakukan antrean pengisian BBM di SPBU dan tidak menggunakan cara-cara yang mencolok sehingga memicu keresahan masyarakat.

“Kalau antre agar lebih tertib dan jangan terlalu mencolok, misalnya membawa jerigen atau mobil yang sudah dimodifikasi karena dapat menimbulkan kecemburuan dari masyarakat,” katanya.
Selain itu, para pengecer juga diimbau untuk sementara waktu tidak menjual BBM keluar daerah dalam jumlah besar karena dikhawatirkan dapat memicu kelangkaan BBM di Kota Palangka Raya.
Menurutnya, praktik penjualan BBM ke sejumlah daerah seperti Kabupaten Katingan maupun Gunung Mas dapat berdampak terhadap stok BBM dan memicu kenaikan harga.
Ia juga mengingatkan agar pengecer tidak menjual BBM dengan harga terlalu tinggi karena dapat menimbulkan kesenjangan harga antarpenjual dan mendorong praktik penimbunan.
“Kalau kita menimbun BBM, maka pengecer akan dicap jelek dan nantinya akan susah untuk berjualan BBM eceran,” ucapnya.
Rapat dan diskusi terkait antrean BBM di SPBU Kota Palangka Raya tersebut berakhir dalam keadaan aman dan lancar.
(BHL)



