Jakarta.// nusantararaya.com / Skuad Garuda terhenti di fase grub di tangan The Azkals dengan skor tipis 1-0, langit Manahan menjadi gelap malapetaka itu datang dari gol tunggal kristensen di menit ke-68 melalui tendangan pinalti mengubur harapan lolos ke semifinal yang menjadi target skuad Garuda di ajang piala AFF 2024. Kesalahan elementer itu jelas datang dari M Ferrari elcapitano hasil dari provokasi pemain The Azkals.
Ferrari adalah salah 1 dari 4 pemain yang sarat pengalaman di dalam skuad Garuda seharusnya kesalahan sekecil apapun di setiap event harus bisa dijaga ini menjadi pembelajaran yang luar biasa buat pemain pemain kita, Kekalahan di kandang sangat menyakitkan bagi kita semua walau dalam sepakbola kalah menang itu hal biasa.
Daya juang, militansi pemain sepanjang laga patut mendapatkan apresiasi yang luar biasa ini menjadi modal yang cukup berharga buat skuad Garuda di masa depan. Dari materi pemain ini terlihat banyak talenta- talenta muda yang cukup potensial sebut saja ada Doni Tri, Ahmad Syarif, Viktor Dethan,Cahya Supriyadi yang bermain cukup menjanjikan secara tim maupun individu. Semua sudah berjuang dan bertarung tidak ada yang perlu di salahkan, ” Ungkap, Ibnu Sebagai Ketum BMI.
Banyak peluang sepanjang laga namun buruknya penyelesaian akhir menjadi PR buat “STY” mengingat 4 gol sepanjang piala AFF skuad Garuda lahir dari semua pemain belakang, diganti nya Marceng alias Marcelino adalah sebuah kesalahan besar lini tengah kehilangan kreatifitas, improvisasi yang liar dari Marceng yang beberapa kali peluang tercipta melalui akselerasi indah nan liar dari Marceng plesing berkelas dari Marceng masih membentur tiang gawang, “Tegas, Ibnu Ketum BMI, Dalam penjelasannya kepada awak media.
Praktis lini tengah kehilangan arah minim kretifitas dan improviasi yang menusuk kejantung pertahan lawan setelah diganti Marcelino, lini tengah skuad garuda menjadi extra lebih kerja keras dalam memutus serangan The Azkals dan membangun serangan Garuda.
Terlihat beberapa peluang yang didapat skuad Garuda namun tidak ada yang tercipta gol sepanjang laga Bom dari kaki kanan.
Para pemain PSS Sleman Hokky Caraka mampu di tepis begitu juga Bom keras datang dari Ronaldo Kwateh juga mampu di tepis oleh penjaga gawang The Azkals jelas ini Visi bermain anak anak muda skuad garuda begitu menjanjikan saat meladeni tamunya di Manahan.
Tegakkan kepala mu sang Garuda jangan pernah kau tundukan kepala mu kita terus bersama sampai akhir.
Terima-kasih atas perjuangan mu sang Garuda, apapun yang terjadi kita tetap mendukung sampai akhir pertandingan, Tutupnya, Ketum BMI Dalam wawancaranya, kepada awak media.
BMI berharap “STY” hanya fokus menangani Timnas senior saja tidak lebih, Untuk timnas U16, U19, U23 biarkan saja pelatih lokal kita banyak yang punya talenta-talenta hebat nan luar biasa.
Jakarta, Senin (23/12/2024).
Joko tri









