MAJALENGKA//NUSANTARARAYA.COM// — Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI digelar pada Kamis, 11 Desember 2025, di Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini menjadi sarana penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal, khususnya filosofi seni bela diri silat.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota MPR RI Jefry Romdonny selaku narasumber utama menjelaskan bahwa silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan sarat dengan nilai moral, etika, dan kebangsaan yang sejalan dengan Empat Pilar Kebangsaan. Silat mengajarkan pengendalian diri, penghormatan kepada sesama, serta keseimbangan antara kekuatan fisik dan akhlak.
“Dalam silat, kekuatan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk menjaga. Filosofi ini sejalan dengan nilai Pancasila, persatuan dalam NKRI, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika, disebut tercermin kuat dalam ajaran silat yang menjunjung tinggi disiplin, gotong royong, dan persaudaraan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan penuh perhatian dari para peserta. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh konkret dari praktik kehidupan sehari-hari, sehingga nilai kebangsaan dapat dipahami secara kontekstual.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan dialog kebangsaan yang membahas peran seni bela diri tradisional dalam membentuk karakter generasi muda, memperkuat persatuan, serta menjaga jati diri bangsa di tengah pengaruh budaya global.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Majalengka semakin memahami bahwa nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya terdapat dalam teks konstitusi, tetapi juga hidup dalam budaya bangsa, termasuk dalam filosofi silat yang telah diwariskan secara turun-temurun.(Red)




