PALANGKA RAYA, MEDIANUSANTARARAYA.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berlangsung aman, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan.
Kegiatan yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya pada Jumat (1/5/2026) sejak pukul 06.45 hingga 08.50 WIB ini dihadiri sekitar 450 peserta dari unsur pemerintah, aparat keamanan, serikat pekerja, hingga masyarakat.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, perwakilan Pangdam XXII/Tanjungpura Brigjen TNI Sugiyono, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong, serta unsur Forkopimda dan pimpinan organisasi buruh.
Ketua panitia May Day, Bush Valentino, menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi momentum perubahan bagi gerakan buruh di Kalimantan Tengah.
Ia menegaskan komitmen untuk meninggalkan pola aksi demonstrasi di jalan dan beralih ke kegiatan yang lebih positif.

“Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan di Kalteng dengan pendekatan yang lebih damai dan konstruktif. Kami berharap seluruh buruh dapat terus menjaga ketertiban serta mendukung kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam sambutan Pangdam XXII/Tanjungpura yang dibacakan Kasdam Brigjen TNI Sugiyono, ditekankan pentingnya sinergi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah.
Ia juga mengapresiasi sikap buruh di Kalteng yang mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyampaikan aspirasi.
“Momentum May Day harus dimanfaatkan untuk memperkuat harmonisasi hubungan industrial. Kematangan berdemokrasi yang ditunjukkan para buruh patut diapresiasi,” ungkapnya.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut peringatan May Day tahun ini terasa berbeda karena dilaksanakan dengan suasana riang gembira tanpa aksi unjuk rasa. Ia juga mengapresiasi kontribusi buruh dalam menjaga keamanan daerah.

“Peran buruh sangat penting sebagai pilar ekonomi. Dengan komunikasi dan diskusi yang baik, berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bersama,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa Hari Buruh bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menghargai kontribusi pekerja sebagai tulang punggung pembangunan.
“Pekerja memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi. Karena itu, hubungan antara pekerja dan pengusaha harus dibangun secara harmonis, adil, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk hadir sebagai fasilitator dan pelindung bagi pekerja, sekaligus menjaga keberlangsungan dunia usaha.
Ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat komunikasi, menjunjung keadilan, serta menjaga semangat kebersamaan dalam bingkai falsafah Huma Betang.
Peringatan May Day 2026 di Kalimantan Tengah menjadi catatan positif karena dilaksanakan tanpa aksi turun ke jalan. Serikat pekerja memilih pendekatan kegiatan sosial dan kolaboratif sebagai bentuk transformasi gerakan buruh yang lebih konstruktif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
(BHL)





