PALANGKA RAYA, MEDIANUSANTARARAYA.COM – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama tim gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan di enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Palangka Raya, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.
Sidak berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.20 WIB dengan melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah, Satpol PP Kota Palangka Raya, Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Kesbangpol Kota Palangka Raya, perwakilan BINDA Kalteng, Pertamina Patra Niaga Kalteng, serta DPKUKMP Kota Palangka Raya.
Adapun SPBU yang menjadi sasaran sidak meliputi SPBU Jalan G Obos, Bukit Keminting, Jalan Yos Sudarso, Jalan Rajawali Km 6, Jalan S. Parman, dan SPBU Jalan Seth Adji.
Kasatpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto mengatakan, sidak dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan sekaligus mencari penyebab antrean panjang yang terjadi di hampir seluruh SPBU di Kota Palangka Raya.

“Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, antrean panjang dipicu kepanikan masyarakat terhadap isu keterbatasan stok BBM dan adanya isu pembatasan pembelian BBM di SPBU,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga masih menemukan dugaan aktivitas pelangsiran BBM menggunakan kendaraan roda empat.
Dalam sidak di SPBU Jalan S. Parman, petugas mengamankan satu unit mobil yang terindikasi digunakan sebagai kendaraan pelangsir BBM.
“Selanjutnya juga ditemukan dua unit kendaraan roda empat di kawasan Jalan Kapuas yang diduga digunakan untuk pelangsiran BBM. Namun karena minim barang bukti, kasus tersebut masih akan dilakukan pendalaman oleh Satlantas Polresta Palangka Raya,” tambahnya.
Untuk mengurai antrean, pemerintah bersama Pertamina berencana memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 24.00 WIB.
Namun pengawasan akan diperketat guna mencegah penyalahgunaan oleh para pelangsir.
Sementara itu, Kabid Tibum Satpol PP Kota Palangka Raya mengimbau seluruh operator SPBU agar lebih teliti dalam memantau penggunaan barcode BBM subsidi.

“Operator harus mewaspadai modus penggunaan barcode ganda oleh satu kendaraan. Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan segera dilaporkan,” tegasnya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo menilai hilangnya distribusi BBM di tingkat pengecer turut menjadi penyebab masyarakat menumpuk di SPBU.
Menurutnya, Pemerintah Kota Palangka Raya juga telah mengusulkan penambahan kuota BBM guna mengantisipasi antrean berkepanjangan.
“Dishub juga akan berkoordinasi dengan pihak SPBU untuk memberikan akses prioritas bagi masyarakat rentan seperti lansia saat pengisian BBM,” katanya.
Sementara perwakilan Pertamina Patra Niaga Kalteng menyampaikan bahwa stok BBM untuk wilayah Palangka Raya dalam kondisi aman dan pasokan dari Depo Pulang Pisau masih mencukupi.
“Distribusi BBM ke setiap SPBU tetap berjalan rutin setiap hari. Kami juga telah menginstruksikan penambahan jam operasional SPBU hingga pukul 24.00 WIB,” ungkap perwakilan Pertamina.
Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan sidak dan pengawasan akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi sekaligus menjamin ketersediaan stok bagi masyarakat.
(BHL)



