
KOTIM, MEDIA NUSANTARA RAYA.COM – Seorang remaja berinisial R ditemukan meninggal dunia diduga akibat tenggelam di bekas areal galian di Jalan HM Arsyad KM 31, Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (1/5/2026) sore.
Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko.
Ia menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat korban keluar rumah untuk berolahraga menuju arah PDAM.
“Korban kemudian masuk ke area bekas galian lama yang sudah tidak digunakan dan bertemu dengan beberapa saksi. Korban sempat meminta ditunjukkan jalan menuju kolam,” ujar Edy Wiyoko, Sabtu (2/5/2026).
Setibanya di lokasi kolam, korban sempat mengambil video dan foto. Salah satu saksi sempat menanyakan apakah korban ingin ikut berenang, namun korban menolak.
Saat kembali ditanya apakah bisa berenang, korban hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban pasti.
Sementara itu, sejumlah teman korban tetap melanjutkan aktivitas berenang.

Beberapa saat kemudian, salah satu teman menyadari korban sudah tidak terlihat di permukaan air. Upaya pencarian langsung dilakukan dengan memanggil korban.
“Dari keterangan saksi, korban terlihat bercebur di bagian kiri kolam. Salah satu teman korban kemudian menyelam dan sempat menyentuh tubuh korban di dalam air,” jelasnya.
Selanjutnya, beberapa teman korban bersama-sama menyelam dan berhasil mengangkat korban ke permukaan. Mereka sempat memberikan pertolongan pertama, namun korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Korban kemudian dibawa keluar dari area kolam menuju jalan raya sejauh kurang lebih 300 meter untuk mencari bantuan. Dengan menggunakan kendaraan pikap, korban dilarikan ke puskesmas terdekat.
“Sesampainya di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ungkap Edy.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta mencatat keterangan para saksi.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk permintaan visum et repertum (VER). Berdasarkan hasil sementara, korban diduga tenggelam karena tidak bisa berenang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan remaja, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar perairan, terutama di lokasi bekas galian yang berpotensi membahayakan.
(Tbk)



