PALANGKA RAYA, MEDIATN – Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II di depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Palangka Raya, Jalan Ahmad Yani No. 1, Rabu (29/7/2026).
Aksi yang diikuti sekitar 22 peserta itu merupakan bentuk protes terhadap masih terjadinya pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya pelaku usaha dan UMKM.
Koordinator lapangan aksi, Joseph Firman Jaya Waruwu, bersama massa menyampaikan berbagai tuntutan kepada PLN.
Dalam aksi tersebut, demonstran membawa pengeras suara, toa, serta sejumlah spanduk berisi kritik dan tuntutan agar PLN bertanggung jawab atas dampak pemadaman listrik yang masih berlangsung.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan orasi yang menyoroti kerugian masyarakat akibat pemadaman bergilir.
Massa juga membawa bangkai ayam sebagai simbol kerugian yang dialami para peternak akibat listrik yang kerap padam.

Situasi sempat memanas ketika massa menumpahkan bangkai ayam di depan pintu masuk dan keluar kantor PLN serta melemparkannya ke halaman kantor.
Demonstran juga memasang spanduk bertuliskan “Kantor Ini Disegel Masyarakat” di gerbang masuk sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum adanya penyelesaian atas persoalan pemadaman listrik.
Dalam orasinya, massa menilai janji PLN pada pertemuan sebelumnya terkait berkurangnya pemadaman bergilir belum terealisasi.
Mereka mendesak General Manager PLN agar turun langsung menemui masyarakat dan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.
Perwakilan PLN, Gian Wijaya selaku Asisten Manajer Keuangan dan Umum, menemui massa dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menjelaskan bahwa General Manager PLN sedang berada di luar daerah dan meminta masyarakat bersabar karena pihak PLN akan menindaklanjuti permasalahan tersebut.
Melalui komunikasi via telepon WhatsApp, akhirnya disepakati bahwa General Manager PLN akan bertemu langsung dengan massa aksi pada Kamis (30/7/2026) pukul 09.00 WIB di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya.
Aksi berakhir sekitar pukul 13.15 WIB dalam keadaan aman dan kondusif dengan pengamanan dari personel Polresta Palangka Raya serta petugas keamanan internal PLN.
Aksi GPG jilid II ini dipicu masih berlanjutnya pemadaman listrik bergilir dengan durasi yang dinilai cukup lama, sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat dan menyebabkan kerugian bagi para pelaku UMKM di Kota Palangka Raya.
(BHL)







