BEKASI//MEDIANUSANTARARAYA.COM// — Suasana religius dan penuh keberkahan menyelimuti kawasan Gang Sempul, Perumahan BCM, RT 006/RW 014, pada Sabtu malam, 5 September 2026. Masyarakat bersama para ulama, habaib, dan tokoh agama berkumpul dalam kegiatan Safari Maulid Arba’in Malam ke-24, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB tersebut diisi dengan rangkaian tahlil, lantunan sholawat, serta Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Usmanul Hakim.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Usmanul Hakim terlebih dahulu memberikan apresiasi kepada Tim Hadroh Al-Ittihad yang dinilainya sebagai generasi penerus dalam menjaga tradisi sholawat dan kegiatan keagamaan. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang ikut belajar dan meneruskan perjuangan para pendahulu.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Tim Tari Sufi Cikarang yang turut memberikan warna dalam kegiatan Maulid. Menurutnya, kegiatan seni religi seperti Tari Sufi merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya dalam lingkungan yang positif.
Lebih lanjut, Ustadz Usmanul Hakim menekankan pentingnya mempersiapkan generasi penerus agar mampu menghadapi perkembangan zaman. Ia mengingatkan bahwa setiap generasi tumbuh dalam kondisi yang berbeda, sehingga pendidikan dan pembekalan kepada anak-anak harus disesuaikan dengan tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak jamaah menjadikan silaturahmi dan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah, memperbanyak sholawat, serta menanamkan akhlak Rasulullah SAW kepada generasi muda.
Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat nilai-nilai agama dan akhlak ditinggalkan. Justru keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak agar mampu mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan identitas, adab, dan nilai-nilai keislaman.
“Generasi hari ini akan menghadapi zaman yang berbeda dengan zaman kita. Karena itu, mereka harus dipersiapkan dengan ilmu, akhlak, dan nilai agama agar mampu menjadi generasi penerus yang baik,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.
Khidmatnya acara semakin terasa dengan kehadiran sejumlah ulama dan tokoh agama, di antaranya Mbah KH. Muhammad Badrun Yahya, serta Dewan Guru Masjid Al-Ittihad yang terdiri dari Kyai Yayat Hidayatuddin, Gus Achmad Muzakki, dan Ustadz Abdul Rohim.
Selain tausiyah, Safari Maulid Arba’in malam ke-24 juga semakin semarak dengan penampilan Grup Hadroh Ahbabul Ittihad yang membawakan puji-pujian dan sholawat kepada Rasulullah SAW.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan Tari Sufi Cikarang, yang memberikan nuansa seni religi sekaligus warna tersendiri dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Memasuki malam ke-24, Safari Maulid Arba’in bukan sekadar menjadi rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang, meneladani akhlak mulia, serta menghayati perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarwarga. Kebersamaan yang terbangun diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial serta menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.
Melalui Safari Maulid Arba’in, masyarakat diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari serta bersama-sama mempersiapkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, religius, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
(Red)






