BEKASI // MEDIANUSANTARARAYA.COM — Suasana penuh keberkahan, kekhusyukan, dan keakraban warga menyelimuti Fasos Lapangan Blok I, RT 008, RW 014, Perumahan Bumi Cikarang Makmur (BCM), Bekasi, Sabtu malam (12/9/2026).
Rangkaian Safari Maulid Arba’in Malam ke-31 sekaligus menjadi malam terakhir pelaksanaan kegiatan di wilayah tersebut. Acara yang digelar oleh Pengurus RT 008 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H berlangsung khidmat mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB.
Ratusan jamaah dari warga sekitar hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diisi dengan pembacaan shalawat, tausiyah, serta berbagai penampilan bernuansa religi.
Hadir dalam kesempatan tersebut KH. Muhammad Badrun, para ulama, habaib, jajaran pengurus Masjid Al-Ittihad, tokoh masyarakat, serta para sesepuh lingkungan. Suasana semakin semarak dengan lantunan Grup Hadroh Ahbabul Ittihad dan penampilan Tari Sufi Cikarang.
RT Muhammad Rido: Kerukunan Tetangga Adalah Rezeki yang Tak Ternilai
Dalam sambutannya, Ketua RT 008, Muhammad Rido, menyampaikan rasa syukur karena warga masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam suasana damai, mengaji, bershalawat, dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus RT 008 dan RW yang sejak pagi telah mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, hingga materi demi terselenggaranya Safari Maulid Arba’in.
Menurutnya, meskipun jumlah jamaah pada malam terakhir tidak sebanyak malam-malam sebelumnya, hal tersebut tidak mengurangi nilai keberkahan dari kegiatan.
“Alhamdulillah, kita masih bisa berkumpul, mengaji dan bershalawat setiap malam dengan damai. Mudah-mudahan semangat dan komitmen para pengurus senantiasa tetap konsisten,” ujarnya.
Muhammad Rido juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga. Menurutnya, keberhasilan membangun lingkungan bukan hanya diukur dari aspek materi, tetapi juga dari terciptanya ketenteraman dan hubungan baik antar tetangga.
«“Rezeki bukan cuma soal uang, Bu. Tetangga yang rukun, hidup yang tenang, itu juga rezeki yang tak ternilai. Itulah yang kita jaga bersama di RT 08 ini.”»
Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui Safari Maulid dapat terus dipertahankan dalam kehidupan bermasyarakat.
Gus Akhmad Muzakki Ingatkan Adab Makan Rasulullah SAW
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan Gus Akhmad Muzakki.
Dalam tausiyahnya, Gus Akhmad Muzakki mengajak jamaah untuk tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW secara seremonial, tetapi juga menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu yang disorot adalah adab Rasulullah SAW dalam makan.
Menurutnya, Rasulullah SAW mengajarkan umat agar tidak berlebihan dalam memenuhi kebutuhan perut. Makan dilakukan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang.
«“Kanjeng Nabi itu makan ketika benar-benar terasa lapar, dan berhenti sebelum merasa kenyang. Itulah adab makan beliau. Kita pun diperintahkan untuk menjaga perut dari kekenyangan, jangan berlebihan.”»
Gus Akhmad Muzakki kemudian mengaitkan ajaran tersebut dengan kebiasaan masyarakat di era digital saat ini. Menurutnya, kemudahan teknologi dan promosi makanan melalui telepon genggam terkadang membuat seseorang makan bukan karena lapar, melainkan karena tergoda.
“Baru saja selesai makan di rumah, kemudian melihat promosi makanan di HP, lalu membeli dan makan lagi, padahal belum lapar,” ungkapnya dalam tausiyah.
Ia mengingatkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW mengajarkan umat untuk hidup sederhana, mampu mengendalikan hawa nafsu, serta tidak melakukan sesuatu secara berlebihan.
“Perut yang terlalu penuh membuat hati menjadi keras. Sedikit makan, ringan badan, tenang hati. Itulah sunnah Kanjeng Nabi yang patut kita teladani,” pesannya.
Maulid Bukan Sekadar Seremoni
Lebih jauh, tausiyah tersebut mengingatkan jamaah bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui akhlak.
Menurutnya, semakin seseorang mengenal kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW, semestinya semakin baik pula perilaku orang tersebut terhadap keluarga, tetangga, dan masyarakat.
Akhlak Rasulullah SAW tercermin dalam kesederhanaan, kesabaran, kasih sayang, menjaga lisan, menghormati sesama, serta tidak berlebihan dalam kehidupan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan semangat Safari Maulid Arba’in yang selama ini tidak hanya menjadi ruang untuk bershalawat dan menuntut ilmu, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga BCM.
Malam ke-31 pun ditutup dalam suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan. Rangkaian Safari Maulid Arba’in di wilayah tersebut diharapkan meninggalkan semangat baru bagi warga untuk terus menjaga shalawat, kerukunan, gotong royong, serta meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.






