BEKASI//MEDIANUSANTARARAYA.COM// — Rangkaian Safari Maulid Arba’in 1448 H kembali bergema di tengah masyarakat. Memasuki malam ke-38, kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut digelar pada Sabtu malam, 19 September 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB.
Kali ini, kegiatan berlangsung di Majelis Ta’lim Asy-Syifa, Gg. Wisma Atlit, Perumahan Bumi Cikarang Makmur (BCM), RT 007/RW 014, Kabupaten Bekasi.
Safari Maulid diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan berupa tahlil, sholawat dan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH Muhammad Badrun Yahya. Para jamaah hadir bersama-sama untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menggali hikmah dari perjuangan, akhlak dan keteladanan beliau.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para ulama dan habaib, jajaran pengurus Masjid Al-Ittihad, pengurus RT/RW 014 serta masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai unsur tersebut semakin menambah kekhidmatan dan mempererat suasana kebersamaan.
Nuansa religi semakin terasa dengan lantunan sholawat dari Grup Hadroh Ahbabul Ittihad, disusul penampilan Tari Sufi Cikarang yang memberikan warna tersendiri dalam rangkaian Safari Maulid malam ke-38.
Dalam sambutannya, Gus Adibul Umam Spd mewakili Majelis Ta’lim Asy-Syifa, menyampaikan rasa syukur karena rangkaian Safari Maulid Arba’in telah memasuki malam ke-38 dan kembali mempertemukan para ulama, habaib, jamaah serta masyarakat dalam suasana penuh keberkahan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama 37 hari sebelumnya telah ikut menyukseskan rangkaian Safari Maulid serta terus menghidupkan lantunan sholawat di berbagai tempat.
Gus Adibul Umam Spd turut menyambut kehadiran Tim Hadroh Ahbabul Ittihad dan Tari Sufi Cikarang yang hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
«“Atas nama Majelis Ta’lim Asy-Syifa, kami mengucapkan Ahlan wa Sahlan kepada seluruh jamaah. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan Safari Maulid malam ke-38 masih terdapat kekurangan. Kami juga memohon doa agar Majelis Ta’lim Asy-Syifa senantiasa lestari dan para jamaahnya istiqomah dalam menuntut ilmu,” ujar Gus Adibul Umam Spd
Ia berharap seluruh rangkaian Safari Maulid Arba’in dapat menjadi amal saleh, mempererat silaturahmi dan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Semoga Allah senantiasa melindungi, memberikan keberkahan, dan menguatkan langkah kita semua,” tutupnya.
KH Muhammad Badrun Yahya: Jangan Biarkan Waktu Berlalu Tanpa Kebaikan
Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH Muhammad Badrun Yahya mengingatkan jamaah tentang pentingnya menghargai waktu dan memanfaatkan kehidupan untuk melakukan berbagai kebaikan.
Menurutnya, waktu merupakan bagian dari kehidupan yang tidak akan pernah kembali. Karena itu, setiap orang hendaknya menggunakan kesempatan yang dimiliki untuk mempersiapkan kesuksesan, bukan hanya dalam kehidupan dunia tetapi juga untuk kehidupan akhirat.
“Waktu itu adalah kehidupan. Dalam kitab Ayyuhal Walad disebutkan ada batasan usia. Ketika umur sudah empat puluh tahun, lalu masih saja mengejar hal-hal yang fana, jangan sampai kehidupan berlalu begitu saja tanpa makna,” tutur KH Muhammad Badrun Yahya dalam tausiyahnya.
Ia mengajak jamaah yang belum memasuki usia 40 tahun agar mulai mempersiapkan diri dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
“Maka bagi yang belum mencapai usia empat puluh tahun, bersiaplah! Manfaatkan waktu, manfaatkan kehidupan. Semoga sebelum usia empat puluh tahun, kita semua sudah meraih kesuksesan — sukses dunia dan sukses akhirat. Amin, Allahumma Amin,” pesannya.
KH Muhammad Badrun juga mengingatkan bahwa penyesalan sering kali datang ketika seseorang sudah kehilangan kesempatan. Karena itu, manusia hendaknya tidak menunggu datangnya penyesalan untuk mulai memperbaiki kehidupan.
Ia kemudian mengajak jamaah yang mengaku sebagai umat Rasulullah SAW untuk meneladani cara Nabi dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pilihan maupun pandangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menyerang dan menimbulkan pertengkaran, termasuk melalui media sosial maupun grup komunikasi masyarakat.
“Kalau kita mengaku umat Rasulullah SAW, beliau pun manusia biasa — berkeluarga, berjuang dan memimpin. Kalau mau berpolitik, ikutilah politiknya Nabi, bukan saling serang,” tegasnya.
Ia menyoroti kebiasaan sebagian orang yang mudah melontarkan komentar atau serangan melalui status media sosial maupun grup WhatsApp, tetapi justru berbeda ketika bertemu secara langsung.
“Untuk apa? Apa untungnya? Malah bangga memamerkan keburukan,” lanjutnya.
Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Badrun kemudian menyampaikan pesan tentang pentingnya mengisi setiap perjalanan usia dengan amal kebaikan.
“Setiap orang yang berlalu satu jam dari umurnya tanpa menambah kebaikan, maka ia diciptakan sia-sia. Dan siapa yang sudah mencapai usia empat puluh tahun…”
Menurutnya, usia 40 tahun dapat menjadi momentum peringatan bagi setiap manusia untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Jangan sampai waktu yang telah diberikan Allah SWT berlalu tanpa menghasilkan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Usia empat puluh tahun adalah batas peringatan. Jangan sampai waktu berlalu begitu saja tanpa makna. Mari kita perbaiki diri, manfaatkan sisa umur untuk hal yang bermanfaat, sebelum dipanggil pulang,” pesannya.
Perkuat Ukhuwah dan Keteladanan
Memasuki malam ke-38, Safari Maulid Arba’in bukan sekadar kegiatan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rangkaian tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mengingatkan masyarakat agar senantiasa mengisi kehidupan dengan amal dan kebaikan.
Melalui lantunan sholawat, tausiyah dan kebersamaan jamaah, Safari Maulid Arba’in diharapkan terus memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Perumahan Bumi Cikarang Makmur serta lingkungan sekitarnya.
“Dengan sholawat kita pererat ukhuwah, dengan keteladanan Rasulullah SAW kita wujudkan kehidupan yang penuh kebaikan dan keberkahan.”(RED)







