
SITU LEMBANG, MEDIANUSANTARARAYA.COM – Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus) Brigjen TNI Romel Jangga Wardhana, yang diwakili Komandan Resimen Latihan Pertempuran Juang (Danmenlatpurjuang) Kolonel Inf Wayan Hadi, secara resmi menutup Latihan Pratugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Latpratugas Pamtas) RI-PNG Mobile Tahun Anggaran 2026, Sabtu (17/10/2026).
Upacara penutupan yang berlangsung di Situ Lembang tersebut dihadiri jajaran pejabat utama (PJU) Pusdiklatpassus, serta para pelatih dan instruktur yang terlibat dalam pelaksanaan latihan.
Penutupan latihan ini menjadi penanda kesiapan prajurit Yonif 900/SBW dari Kodam IX/Udayana sebelum diberangkatkan untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) di wilayah Papua, di bawah kendali Komando Operasi (Koops) TNI HABEMA.
Latihan intensif selama 60 hari di kawasan Situ Lembang dirancang untuk menghadirkan kondisi yang menyerupai situasi nyata di daerah operasi.
Berbagai materi diberikan dengan mempertimbangkan karakteristik geografis, dinamika lingkungan strategis, serta potensi ancaman yang mungkin dihadapi prajurit selama menjalankan tugas di wilayah perbatasan.
Selama latihan, seluruh prajurit Yonif 900/SBW mendapatkan pembekalan berbagai kemampuan taktis, mulai dari teknik tempur, operasi mobil udara (mobud), infiltrasi dan eksfiltrasi, intelijen pertempuran, hingga pemahaman aspek hukum dalam pelaksanaan operasi.
Selain kemampuan tempur, para prajurit juga dibekali keterampilan komunikasi sosial (komsos) teritorial.
Kemampuan tersebut dinilai penting untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat setempat, menciptakan rasa aman, serta mendukung terciptanya stabilitas keamanan di wilayah penugasan.
Dalam amanatnya, Brigjen TNI Romel Jangga Wardhana melalui Kolonel Inf Wayan Hadi menegaskan bahwa kualifikasi Raider yang dimiliki setiap prajurit harus dibuktikan melalui profesionalisme, kedisiplinan, dan keberhasilan dalam menjalankan misi negara.
Ia mengingatkan seluruh prajurit agar terus mempertajam naluri tempur, menjaga disiplin, serta menjunjung tinggi kehormatan satuan selama melaksanakan tugas operasi.
“Pertajam terus naluri dan disiplin tempur yang telah ditempa di Situ Lembang. Jangan pernah lengah, jaga kehormatan satuan Kodam IX/Udayana, dan pastikan kehadiran Satgas Yonif 900/SBW mampu memberikan rasa aman, stabilitas, serta dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di tanah Papua,” tegasnya.
Lebih lanjut, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi berbagai potensi ancaman, tetapi juga dari kemampuan prajurit dalam menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab, termasuk mendukung misi kemanusiaan serta menjaga kepercayaan masyarakat.
Usai penutupan latihan pratugas, seluruh personel Satgas Mobile Yonif 900/SBW dijadwalkan melaksanakan konsolidasi akhir, termasuk pemeriksaan kesiapan personel dan materiil sebelum diberangkatkan menuju pos-pos penugasan strategis di wilayah perbatasan RI-PNG.
Dengan berakhirnya latihan tersebut, para prajurit diharapkan siap menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memelihara stabilitas keamanan, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di wilayah Papua.
(BHL)




