KALIMANTAN UTARA//MEDIANUSANTARARAYA.COM//–Oleh: drg. Alisyah Putra Harahap
Ketua PD XXXIV FKPPI Kalimantan Utara
Ada ikatan yang tidak lahir karena kepentingan politik, tidak pula terbentuk karena jabatan ataupun kekuasaan. Ikatan itu tumbuh secara biologis, mengakar dalam sejarah keluarga, dan melekat dalam perjalanan hidup. Itulah FKPPI.
Kita memahami bahwa FKPPI merupakan organisasi yang memiliki karakteristik biologis. Setiap anak yang lahir dari keluarga dengan ayah atau ibu yang merupakan anggota TNI maupun Polri memiliki ikatan historis dan emosional dengan keluarga besar FKPPI. Bahkan, ikatan itu telah ada jauh sebelum seseorang mengenal organisasi, memahami politik, ataupun memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA).
Inilah keistimewaan FKPPI. Ikatan yang dibangun bukan sekadar kesamaan identitas, melainkan ikatan darah, sejarah, nilai perjuangan, kedisiplinan, dan kebanggaan terhadap orang tua yang telah mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara.
Dari rahim keluarga besar TNI-Polri, lahir generasi yang ditempa oleh nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, loyalitas, dan semangat pengabdian.
Dalam konteks dinamika politik nasional saat ini, FKPPI tidak boleh hanya menjadi penonton. FKPPI memiliki tanggung jawab moral dan historis terhadap keberlangsungan kepemimpinan nasional.
Mengapa demikian?
Presiden Prabowo Subianto bukanlah sosok yang asing bagi keluarga besar FKPPI. Beliau memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian militer, pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad. Latar belakang tersebut menjadi salah satu bagian dari ikatan historis dan emosional yang kuat antara beliau dengan keluarga besar TNI-Polri serta putra-putri mereka yang berhimpun dalam FKPPI.
Karena itu, ketika bangsa ini telah memberikan mandat kepada Prabowo Subianto untuk memimpin Republik Indonesia, maka bagi FKPPI, mengawal kepemimpinan beliau bukan semata-mata persoalan dukungan politik. Ini juga merupakan tanggung jawab kebangsaan.
Kami menyadari bahwa perjalanan pemerintahan tidak selalu mudah. Polarisasi politik, perbedaan kepentingan, tekanan ekonomi, hingga berbagai polemik nasional merupakan tantangan yang harus dihadapi. Dalam situasi seperti ini, FKPPI harus hadir sebagai kekuatan sosial yang matang, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata.
Kami tidak ingin FKPPI hanya dikenal karena sejarah dan identitas biologisnya. Kami ingin FKPPI dikenal karena keberanian mengambil tanggung jawab, kemampuan membaca keadaan, serta kesanggupan berdiri di garis depan dalam menjaga persatuan dan stabilitas bangsa.
Kami siap menjadi garda terdepan dalam mengawal Presiden Prabowo Subianto, baik sebagai pribadi maupun sebagai kepala negara, sepanjang berada dalam koridor konstitusi, hukum, dan kepentingan nasional.
Loyalitas kami bukan berarti kehilangan daya kritis. Dukungan bukan berarti menutup mata terhadap persoalan. Justru dengan semangat kekeluargaan, FKPPI harus mampu memberikan masukan, mengingatkan, dan turut memastikan bahwa cita-cita pemerintahan benar-benar diwujudkan untuk kepentingan rakyat.
Kami adalah anak-anak yang lahir dari keluarga besar TNI-Polri. Kami memahami arti perjuangan, kedisiplinan, pengorbanan, dan loyalitas. Kami juga telah ditempa oleh kerasnya kehidupan. Tidak sedikit kader FKPPI yang tumbuh dengan perjuangan ekonomi, menghadapi berbagai persoalan sosial, serta berhadapan dengan dinamika politik dan organisasi yang tidak sederhana.
Karakter itu membentuk kami menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, tidak mudah menyerah, dan tidak gentar menghadapi tantangan.
Oleh sebab itu, jangan pernah memandang FKPPI hanya sebagai organisasi yang membawa nama besar orang tua. FKPPI memiliki potensi, kekuatan, jaringan, dan sumber daya kader yang dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa.
Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak TNI-Polri bukan hanya mewarisi nama dan sejarah pengabdian orang tuanya, tetapi juga mewarisi semangat untuk melanjutkan pengabdian tersebut.
Bagi kami, Prabowo Subianto bukan sekadar Presiden Republik Indonesia. Beliau adalah bagian dari sejarah panjang keluarga besar pengabdian TNI-Polri yang kini mendapatkan amanah besar untuk memimpin bangsa.
Maka, mengawal beliau berarti ikut mengawal amanah rakyat, menjaga kehormatan institusi kepresidenan, dan memastikan pemerintahan berjalan demi kepentingan Indonesia.
FKPPI harus berdiri tegak, tidak mudah dipecah belah oleh kepentingan sesaat, dan tidak kehilangan arah di tengah perubahan politik nasional.
Kami tidak akan mundur menghadapi tantangan. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan keberanian, persatuan, pemikiran, kerja nyata, dan pengabdian.
FKPPI adalah anak kandung sejarah pengabdian TNI-Polri. Kini saatnya kami membuktikan bahwa kami juga mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga masa depan bangsa.
Salam Setia,
FKPPI!






