medianusantararaya – com – Bandung – Ada yang menarik di malam perayaan HUT Ke-66 PARFI di Gedung Sate, Bandung Jawa Barat. Nampak ada pertunjukan teaterikal dengan plot cerita yang menarik, mengisahkan tentang pergelutan dunia keaktoran dan perfilman yang saat ini sedang aktual.
Pentas teater tersebut dibawakan secara parodi oleh remaja usia 14 – 16 tahun dari Sanggar YMA pimpinan Bapak Yadi di Bandung. Sutradara teaternya adalah Bapak Sutiran Ardiyansyah (Iran AR), yang merupakan sutradara dan penulis skenario tetater serta aktor lawas.
Pada pementasan kali ini terdapat 3 plot lakon teater diantaranya menceritakan tentang: Aktor yang lupa dialog, kemudian ada produser yang nakal serta aktor asli yang kalah pamor dengan selebritas yang mempunyai follower medsos yang banyak sehingga produksi film tidak lagi melihat casting aktor sebagai syarat melainkan hanya modal viral medsos yang lolos casting film.
“Menceritakan tentang parodi, dunia film yang terjadi dan actual tentang kejadian-kejadian yang sering dialami dalam dunia perfilman. Seperti actor lupa dialog, produser yang tipu-tipu dan mata keranjang, kemudian ada kejadian seorang actor dikalahkan oleh yang bukan actor tetapi mempunyai follower medsos yang banyak, sehingga tidak memperdulikan lagi tentang, keaktoran, yang penting cuma viral dan follower” kata Iran di Gedung Sate, pada 10 Maret 2022.
Harapan Iran bahwa nantinya mereka yang berlakon di teater dan pemirsa, menjadi mengerti dan memahami tentang seni peran itu sendiri, dan tau bagaimana kondisi perfilman yang sedang terjadi saat ini. Sebab mereka yang berlakon tersebut adalah calon generasi penerus keaktoran.

“Mereka bibit muda, aktor belia usia 14 – 16 tahun, bayangkan mereka hanya latihan 2 minggu, namun mereka hapal dialog dan memainkan gestur dengan baik.” pungkas Iran.
PARFI sendiri mengaku sangat senang dapat melibatkan mereka. Karena walaupun belum menjadi anggota PARFI tapi setidaknya anak muda belia tersebut menjadi bangga dan berkesempatan mengetahui PARFI lebih lanjut.
“Ya betul, mereka anak-anak usia remaja yang cinta akan dunia keaktoran. Mereka dilatih ditangan sutradara teater kawakan.” Kata Yadi, pimpinan YMA production.
PENGHARGAAN UNTUK KEAKTORAN DAN DUNIA PERFILMAN
Selain acara pertunjukan teater, dalam salah satu mata acara di Malam Perayaan HUT Ke-66 PARFI tersebut juga ada pemutaran trailer film pendek “Nyi Iteung dan Anak Kabayan” diperankan oleh Paramitha Rusady, Sandra Naholo, Abah Eka, dan aktor cilik lainnya. Proses Film tersebut diproduksi oleh Paramtiha Production dan Post Production dilakukan oleh Citrus Cinema dan ditayangkan dihadapan para pemirsa.
Di malam itu juga turut dipersembahkan penghargaan kepada orang-orang yang telah berjasa terhadap dunia perfilman dan juga keaktoran. Seperti penghargaan yang diberikan kepada Kang Emil (Gubernur Jawa Barat) oleh Ketua Umum PB PARFI Alicia Djohar, kepada Tatiek Maliati, akademisi yang diwakilkan oleh Ibu Atie Cancer dan diberikan oleh Ibu Evie Singh (Bendahara Umum PB PARFI), Kemudian Penghargaan kepada BANK BJB yang sudah support setiap kegiatan perfilman yang diberikan oleh Gusti Randa (Sekretaris Umum PB PARFI) dan diterima oleh Komisaris Bank BJB. Ada juga penghargaan kepada Rachmat Hidayat (alm.) dan Wahyu Sihombing (alm.) masing-masing diwakilkan oleh August Melaz (Anggota Senior PARFI) dan Mawardi Harland (Anggota Dewan Kehormatan PARFI).
Red





