JAKARTA -nusantararaya-com- Organisasi pendukung Jokowi Barisan Rakyat Indonesia Kawal Demokrasi (Barikade) 98 meminta kepada khalayak agar Pemilu 2024 tidak dijadikan sebagai media pecah belah.
Ketua Umum Barikade 98, Benny Rhamdani berharap momentum politik tidak dijadikan sebagai ajang untuk saling menghasut hingga menyebabkan kebencian.
“Berita bohong dan bahkan cara-cara menghalalkan segala cara dengan membenturkan antarsuku dan agamanya, ini bisa merobek wajah kebangsaan kita, ini bisa meluluhlantakkan harmoni persaudaraan anak-anak bangsa,
hal tersebut dikatakan Benny saat acara perayaan Natal 2022 sekaligus silaturahmi relawan Jokowi Barikade 98.
Acara yang digelar di kantor Sekretariat Barikade 98, Jalan Cimandiri, Cikini,Jakarta Pusat dan hadir pula pimpinan Gemantara Bapak Tenor Amin Sutanto, pada Rabu (18/1/2023) malam, ini mengambil tema ‘Seorang yang Terhormat’.
Selain itu, Benny tidak ingin konflik sosial atau konflik horizontal yang terjadi pada saat momentum Pilpres 2019 lalu terulang, dan cukup menjadi pelajaran berharga bagi bangsa ini.
“Ini luka sejarah, ini luka kebangsaan yang harus kita obati, kita jahit kembali merah putih yang robek, semua harus kita ajak duduk bersama-sama sebagai anak bangsa,” ujarnya.

“Kita boleh berbeda dukungan, kita boleh berbeda untuk memilih siapa orang yang kita yakini mampu memimpin bangsa ini, tapi kontestasi rivalitas itu harus dinyatakan selesai ketika kita memberikan suara di TPS, setelah itu kita kembali ke satu rumah yang bernama Indonesia,” lanjutnya.
Benny Rhamdani, mengaku organisasinya rutin menggelar perayaan Natal setiap tahun. Kata dia, Natal harus menjadi momentum sukacita serta kebahagiaan, dan diharapkan menjadi berkat bagi seluruh umat manusia.
“Tapi yang terpenting adalah dari pelaksanaan seperti ini, di mana setiap masyarakat kita undang, apapun agamanya, sukunya, dilahirkan dia di mana, minimal untuk terus mempererat, menjahit semangat kebangsaan, semangat persaudaraan, semangat di Indonesia yang tidak boleh luntur,” ungkap Benny.
Menurut Benny, kegiatan seperti ini adalah cara-cara untuk terus saling menguatkan semangat persaudaraan dan kebangsaan.
“Kita yang merasa sebagai kaum nasionalis ingin menjaga Pancasila, menjaga merah putih, kita tidak pernah rela terjadi konflik hanya karena masalah berbeda agama, berbeda suku,” ujar Benny yang juga menjadi Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
red








