JAKARTA // nusantararaya.com / Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Brigade Nasional secara khusus memberi dukungan bagi perempuan dan anak-anak korban kebakaran Plumpang. Dukungan secara nyata diwujudkan dalam bentuk bantuan selimut, mainan, susu UHT dan makanan ringan, serta alat kebersihan.
“Kami merasa prihatin dengan banyaknya warga Plumpang yang menjadi korban kebakaran, terutama perempuan dan anak-anak yang harus keluar dari tempat tinggal keluarganya dan harus hidup di pengungsian,” kata Ketua Umum DPP Brigade Nasional Reni Lubis usai menyampaikan bantuan di Posko Pengungsian Warga RT 12 RW 09, Tanah Merah, Plumpang, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (7/3/2023).
Reni Lubis mengapresiasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi DKI Jakarta, maupun aparat TNI/Polri yang bergerak cepat dalam membantu para korban bencana kebakaran. Namun demikian, Reni Lubis tetap mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung para korban bencana, baik secara material maupun non material.
Para pengungsi, ia melanjutkan, khususnya perempuan dan anak-anak perlu mendapat perhatian khusus terutama perlindungan di tempat pengungsian. Berbagai kebutuhan bagi perempuan seperti pakaian dalam dan pembalut wanita perlu menjadi perhatian. Ruang khusus untuk menyusui juga perlu diadakan untuk bisa memenuhi kebutuhan psikologis ibu dan anaknya.
Reni Lubis menegaskan, kebutuhan gizi anak-anak perlu dipenuhi dengan adanya makanan tambahan dan susu bagi anak di atas 2 tahun. Tak hanya itu, hak anak untuk belajar dan bermain juga perlu diperhatikan agar anak bisa tetap tumbuh berkembang dengan optimal.
“Mereka bukan saja membutuhkan bantuan material tapi juga trauma healing untuk bisa kembali bangkit dan melanjutkan kehidupannya bersama keluarga. Kegiatan belajar dan bermain yang menyenangkan perlu mendapat perhatian khusus di posko-posko pengungsian,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Sanggar Anak Harapan Leni Desinah mengapresiasi dukungan dari DPP Brigade Nasional kepada para pengungsi di Posko Pengungsian RT 12 RW 09, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Tak kurang dari 300 orang pengungsi tercatat di posko tersebut, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Menurut dia, perempuan dan anak-anak korban bencana kebakaran di Plumpang pada umumnya tinggal di sejumlah posko pengungsian. Saat ini, pemerintah telah mendistribusikan makanan tiga kali sehari dalam bentuk nasi kotak. Adanya bantuan dari masyarakat dinilai sangat meringankan beban para pengungsi yang kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya.
“Bantuan dari berbagai unsur masyarakat, termasuk Brigade Nasional sangat membantu kebutuhan para pengungsi, khususnya para perempuan dan anak,” kata Leni Desinah yang biasa disapa Desboy yang menjadi salah satu inisiator berdirinya posko pengungsian dekat lokasi kebakaran.
Ia menuturkan, para korban bencana kebakaran sebagian besar tinggal di Posko Pengungsian di RPTRA Rawa Badak Selatan. Namun sebagian lagi, memang berlindung di Posko Pengungsian RT 09 RW 12 yang memang hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi kebakaran.
Kebakaran hebat terjadi di Depo milik PT Pertamina (Persero) di Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat malam (03/03/2023) sekitar pukul 20.11 WIB. Selain menghanguskan sejumlah bangunan, kebakaran ini juga menyebabkan 17 orang meninggal dunia, lebih dari 50 orang luka-luka, dan ratusan orang lainnya mengungsi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran Depo Pertamina Plumpang masih dalam proses penyelidikan pihak yang berwenang. Sebelumnya, diberitakan bahwa pipa bensin di kompleks Depo Pertamina Plumpang meledak dan menyebabkan api membumbung tinggi dan menyambar rumah-rumah warga di RT 12 RW 09 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Red







