Bogor Kota // nusantararaya.com / Proses pencarian 4 korban longsor di Kampung Sirnasari RT 04/RW 07 Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang dilakukan Tim SAR gabungan mengalami kendala. Proses evakuasi tanpa alat berat dan ketebalan material longsoran manjadikan upaya penyelamatan sulit dilakukan.
Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim meminta agar masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana mengutamakan keselamatan.
“Ada beberapa titik longsor, tetapi yang fatal ada di sini. Saya minta warga agar tidak memaksakan tinggal di area rawan bencana,” kata Dedie, usai meninjau langsung lokasi bencana, pada Rabu (15/03/2023).
Terhadap warga atau korban terdampak, Pemkot Bogor akan menyiapkan rusunawa Cibuluh dan Menteng Asri. “Jadi silakan nanti dikondisikan oleh Pak Lurah atau Camat ada di sini,” paparnya.

Dedie juga mengatakan, ia juga sudah mendapatkan laporan terjadinya longsor pada pukul 00.24 WIB. Ada 17 yang tertimbun, 13 yang berhasil dievakuasi, 2 meninggal dunia.
Sementara menurut Jaenal Kabid perencanaan Tagana sekaligus Koordinator Tagana Bogor Selatan Kota Bogor mengungkapkan,”proses pencarian dilakukan secara manual, karena alat berat tidak bisa mendekat ke lokasi longsoran, karena akses ke lokasi sempit dan berada di area pemukiman.”Hingga kini, 4 korban atas nama Yuli (65), M Yusuf (6 Bulan), Cucum (50) dan Azzam (5) belum ditemukan. “Secara bergiliran, tim gabungan BPBD, Damkar, TNI/POLRI dan relawan kemanusiaan melakukan pengalian material longsor,”tukasnya.
Hingga kini, area lokasi yang tak jauh dari pintu masuk kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR) itu dipadati ratusan petugas dan relawan yang siap membantu melakukan evakuasi. Tak sedikit juga masyarakat ikut melihat langsung proses pencarian para korban hingga memadati kawasan tersebut.
Red







