Bogor Kota // nusantararaya .com / Ular di perumahan ? Hidup berdampingan dengan ular ? Kehadiran ular di wilayah perumahan merupakan hal yang tidak terelakkan mengingat kemampuan adaptasi ular yang baik terhadap lingkungan yang sudah jauh berbeda dari habitat aslinya termasuk di perumahan. Lalu bagaimana menyikapi keberadaan ular di perumahan dan bagaimana meminimalkan konflik dengan ular ?
Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) BRIN bekerja sama dengan RW 14 Taman Yasmin Bogor mengadakan Pelatihan Identifikasi Ular dan Herpetofauna Lain di Hutan Kampung Komplek Taman Yasmin Bogor Tahun 2023 dengan menghadirkan Narasumber Dr. Amir Hamidy (Peneliti Ahli Utama PRBE BRIN), Sabtu 27 Mei 2023.
Acara bertajuk santai namun mengedukasi masyarakat ini di hadiri Dr.Bayu Adjie,M.Sc.(Kepala Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN), Heri Cahyono (Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor), Dudi F Susandi, S.TP,M.Si (Camat Bogor Barat), Dra.Wida Darwiati,M.Si (Peneliti Ahli Madya BRIN), Lurah Cilendek Barat, Dede Sopiyan, SH,MH (Advokat/Ketua Lingkungan) serta masyarakat perumahan dan tamu undangan.
Kegiatan pelatihan ini di buka langsung oleh Dudi F Susandi Camat Bogor Barat, ”suatu kehormatan bagi saya kali ini saya di undang tidak seperti biasa, ini acara ilmiah terobosan baru untuk mengedukasi masyarakat tentang ular dan
Herpetofauna” sambut Camat.
Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono sangat mengapresiasi acara ini, “semoga nantinya masyarakat bisa mengimplementasikan pengetahuan dari pelatihan identifikasi ular dan Herpetofauna ini tentunya agar kita aman,nyaman serta tentram dalam kehidupan”, papar Heri.
“Saya mewakili ketua RW, berterima kasih banyak kepada bapak ibu sekalian serta tamu undangan yang hadir dalam acara ini, kami warga di perumahan bekerjasama atau mengundang BRIN untuk dan agar masyarakat lebih memahami cara-cara menanggulangi hewan yang kerap kita temui namun belum faham cara, seperti apa dan harus bagaimana ? terutama dengan ular yang sering kita temui”, ucap Dede.

Dra.Wida Darwiati menuturkan, mudah mudahan masyarakat bisa terinspirasi dengan menghadirkan narasumber yang jebolan dari UGM ini sangat mempuni di bidang ular dan Herpetofauna”, tutur Wida.
BRIN sendiri mempunyai program untuk pelatihan identifikasi ular dan Herpetofauna lainnya.
“Identifikasi pelatihan ini siapa saja boleh, komunitas, sekolah sekolah, instansi, insitusi dam masyarakat luas, untuk shareing pengetahuan hewan,tumbuh tumbuhan.
Kegiatan seperti ini kita adakan rutin minimal setiap tahunnya 16 kali, disamping BRIN punya jadwal khusus kami juga menerima permintaan dari siapa saja yang ingin pelatihan” ucap Dr.Bayu Adjie.
Pelatihan dari BRIN tidak di pungut biaya alias gratis.
“Seperti kegiatan hari ini yaitu permintaan dari warga karena warga punya hutan komplek yang sering warga berjumpa dengan hewan atau binatang liar ya, meminta kami bagaimana caranya mengidentifikasi dan juga menangani supaya tidak terjadi komlpik seperti tergigit binatang berbisa”, terang Bayu.
Kepala BRIN menyarankan untuk tidak main main dengan binatang yang emang masih liar apalagi yang sangat berbisa.
“Karena di Indonesia anti ular berbisa sangat terbatas, bahkan untuk anti bisa ular King Kobra di Indonesia itu belum ada, oleh karena itu bilamana masyarakat menjumpai binatang berbisa lebih baik serahkan atau panggil yang ahlinya atau bisa menghubungi Damkar, kalo kami dari BRIN siap mengedukasi atau pelatihan identifikasi untuk masyarakat luas”, sambung Bayu.
“Berdasarkan pengalaman warga disini dan kebetulan saya bekerja di BRIN, saya berkordinasi dengan RT dan RW bagaimana agar warga disini mendapatkan informasi pengetahuan tentang hewan yang kerap di jumpai di hutan taman ini dan alhamdulillaah warga antusias ya untuk kegiatan identifikasi ular dan Herpetofauna”, ujar Bu Cony, penggagas acara.
Red








