SAMPIT, NUSANTARARAYA.COM ~ Kepala sekolah dan guru memiliki peran penting dalam pengelolaan dana BOS, tetapi mereka tidak memegang dana tersebut secara langsung. Berdasarkan peraturan yang berlaku, kepala sekolah bertindak sebagai penanggung jawab utama dalam pengelolaan dana .
Tapi,hal itu tidak berlaku bagi Agus Pela SPd kepala SD Negeri 4 SEBABI Kecamatan Telawang kabupaten Kotawaringin Timur,
Betapa tidak ,berdasarkan laporan masyarakat setempat kepada media ini bahwa,sang kepala sekolah tersebut sangat arogan dan tidak transparan dalam mengelola dana bos di sekolah tersebut yang jumlahnya ratusan juta pertahun.
Menurut Nara sumber yang tak ingin di ekspos jati dirinya itu menambahkan bahwa selain arogan kepsek Agus ini juga sangat otoriter karena mengabaikan keberadaan komite sekolah hingga para pengurus komite sama sekali tidak mengetahui jumlah dan penggunaan dana bos setiap tahunnya.
hingga keberadaan komite sekolah ini antara ada dan tiada atau ibarat hidup segan mati pun tak mau karena keberadaanya hanya di jadikan pajangan oleh kepala sekolah
Pada Kamis 12 Juni 2025 Awak Media TNI POLRI beserta tim mendatangi kepala sekolah tersebut di SEBABI dengan tujuan ingin mengkonfirmasi laporan masyarakat tersebut.
Tapi sayangnya Agus tak ingin mengangkat telefon, begitu pun ketika mendatangi kediamannya, Agus enggan membuka pintu, kata tetangga depan rumah Agus,,orangnya ada aja di dalam rumah.
Akhirnya awak media TNI POLRI beserta tim Dari Lembaga PPSDM (Pusat pengembangan Sember Daya Manusia)dan LSM BITAMG.Menuju SDN 4 yang tak jauh dari kediaman kepala sekolah. dan setelah tiba disekolah itu tidak ditemukan
ada Ruang UKS atau Unit Kesehatan Sekolah,kata ibu ida wali kelas II, jika ada anak2 yang sakit tiba2 hanya di bawa keruang guru.. benar benar miris.
begitu pun dengan daftar nama nama siswa penerima dana bos tidak di temukan juga terpampang di ruang guru atu di papan pengumuman sebagaimana layaknya.
Sementara itu kadis pendidikan kotim MUHAMMAD IRFANSYAH yang di mintai pendapatnya tentang adanya oknum kepala sekolah yang nakal dan menyalah gunakan wewenang karena memang oknum guru dan kepala adalah di bawa pengawasan dan pembinaan diknas.
jika pengawasan dan pembinaan lemah maka para kepala sekolah bisa jadi supermen dan sesukanya dalam tugas dan ini sangat riskan bagi dunia pendidikan.
namun demikian dirinya tetap optimis dan mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan sosial kontrol media TNI POLRI utamanya kontrol dalam penggunaan dana bos ua juga berjanji akan memberi sanksi tegas pada para oknum kepala sekolah yang nakal.
(Supriyadi Ellyyas)










