
KOTIM, NUSANTARARAYA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui aktivitas memasak di dapur Giatja, Jumat (2/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para WBP memproduksi berbagai jenis gorengan, seperti tempe goreng dan kue mata gajah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang telah berjalan secara berkelanjutan di Lapas Sampit.
Pelaksanaan pembuatan gorengan dilakukan di dapur Giatja dengan pengawasan langsung dari staf Giatja, Nugraheni. WBP yang terlibat merupakan warga binaan yang telah memiliki keterampilan memasak, sehingga seluruh proses produksi berjalan tertib dan lancar, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga tahap pengemasan.
Adapun hasil produksi pembinaan kemandirian tersebut digunakan untuk memenuhi pesanan program Jumat Berkah sebanyak 172 gorengan.
Selanjutnya, seluruh hasil gorengan didistribusikan ke Masjid At Taubah Lapas Sampit sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus wujud kepedulian sosial di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembinaan tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu memberikan nilai positif bagi WBP.
“Kegiatan pembinaan kemandirian ini menunjukkan bahwa WBP mampu menghasilkan produk yang bernilai guna. Kami berharap keterampilan yang dimiliki dapat terus dikembangkan sebagai bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Muhammad Yani.
(Tbk)






