
KOTIM, MEDIA NUSANTARA RAYA.COM – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Telabang 2026.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Komandan Kodim 1015/Sampit serta Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Jum’at (6/3/2026).
Rakor yang digelar di Aula Lobi Polres Kotim itu turut dihadiri para kepala dinas terkait di lingkungan Pemkab Kotim serta seluruh pejabat utama (PJU) Polres Kotim.
Dalam arahannya, Kapolres Kotim menyampaikan sejumlah poin penting terkait makna Ramadan dan pelaksanaan Operasi Ketupat Telabang 2026.
Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan perjuangan bagi umat Muslim untuk mencapai kemenangan spiritual, bukan sekadar perayaan Idul Fitri.
“Paradigma Operasi Ketupat 2026 bukan semata operasi mudik, tetapi operasi pelayanan ibadah selama 30 hari penuh di bulan Ramadan hingga Idul Fitri,” ujar Kapolres.
Menurutnya, tugas Polri adalah menjamin kekhidmatan umat Muslim dalam menjalankan ibadah selama Ramadan hingga mencapai hari kemenangan.
“Polri hadir bukan untuk mengawal euforia, tetapi untuk menjaga kekhusyukan umat dalam menjalankan ibadah menuju kemenangan yang suci. Mudik hanyalah bagian dari pelayanan Ramadan, bukan tujuan utama operasi,” tegasnya.
Kapolres juga menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Telabang akan dilaksanakan mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri.
Operasi ini tidak hanya bersifat pengamanan musiman, tetapi juga berfokus pada pengamanan berbagai kegiatan ibadah dan aktivitas masyarakat, termasuk di tempat-tempat wisata.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), melakukan pemetaan daerah rawan kemacetan dan banjir, serta meningkatkan pengawasan jalur transportasi darat, laut, dan sungai.
Kapolres berharap melalui langkah tersebut dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
Polres Kotim, lanjutnya, siap mengamankan perayaan Idul Fitri 2026 dan memastikan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Pihaknya juga akan terus bersinergi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran tetap aman dan terkendali.
(Tbk)






