BEKASI//MEDIANUSANTARARAYA.COM//— Wakapolres Metro Bekasi AKBP Angga Dewanto Basari, S.I.K., M.Si., melakukan peninjauan lokasi kandang ayam dan tambak ikan yang dipersiapkan sebagai bagian dari rantai pasok SPPG Polda Metro Jaya di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 hingga 16.00 WIB tersebut dilaksanakan di kawasan Tambak Ikan Hj. Zaini, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong. Dalam peninjauan tersebut, Wakapolres didampingi Kasi Propam Polres Metro Bekasi AKP Ma’mun, S.H., Ps. Kasiwas Polres Metro Bekasi AKP Eko Setianto, S.H., Kapolsek Muara Gembong AKP Sulyono, S.H., serta personel Bag SDM Polres Metro Bekasi.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengelolaan peternakan ayam dan tambak ikan memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keamanan pangan, serta mampu mendukung keberlanjutan rantai pasok SPPG Polda Metro Jaya.
Dalam arahannya, AKBP Angga Dewanto Basari menekankan pentingnya penerapan biosecurity sebelum memasuki area kandang. Pengelola diminta menyiapkan bak sterilisasi untuk alas kaki dan fasilitas sterilisasi badan guna mencegah masuknya bibit penyakit ke lingkungan peternakan.
Wakapolres juga mengingatkan agar kebutuhan air minum ayam selalu tersedia. Apabila menggunakan air pompa, instalasi wajib dilengkapi filter sehingga air tetap bersih dengan tingkat keasaman atau pH minimal tujuh. Talang dan instalasi air juga harus dibersihkan secara berkala serta dilengkapi saluran khusus untuk proses pengurasan.
Selain kebersihan air, pemberian pakan harus dilakukan secara terukur. Setiap ayam membutuhkan sekitar 115 gram pakan per hari yang dibagi menjadi 46 gram pada pagi hari dan 69 gram pada sore hari. Sisa pakan yang tidak habis harus segera dikumpulkan kembali agar tidak mencemari kandang, mengundang hama maupun menurunkan kualitas pakan.
Berdasarkan hasil pengecekan, satu kandang berisi sekitar 309 ekor ayam. Dengan dua kandang yang tersedia, jumlah keseluruhan ayam petelur mencapai 618 ekor yang terdiri dari jenis Isa Brown dan Lohmann Brown.
Pengelola juga diminta menjaga suhu kandang agar berada di bawah 28 derajat Celsius. Apabila kandang belum memiliki kipas atau blower, perlu dilakukan langkah penanganan saat cuaca panas untuk mencegah ayam mengalami stres akibat suhu tinggi.
Kondisi fisik ayam dan kualitas telur turut menjadi perhatian. Telur yang rusak akibat dipatuk dapat disebabkan keterlambatan pengambilan, sedangkan ayam yang memakan telur dapat menjadi indikasi kekurangan kalsium. Telur berbintik juga perlu diwaspadai sebagai tanda adanya gangguan kesehatan, termasuk kemungkinan infeksi cacing.
Untuk menjaga kesehatan ternak, vaksinasi harus dilaksanakan secara rutin dan pengelola diminta berkoordinasi dengan dinas peternakan guna melakukan pemeriksaan serta mendapatkan pendampingan teknis.
Melalui peninjauan tersebut, Polres Metro Bekasi berupaya memastikan kandang ayam dan tambak ikan dikelola secara higienis, terukur dan berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan bahan pangan berkualitas dalam mendukung kebutuhan rantai pasok SPPG Polda Metro Jaya.





