BEKASI//MEDIANUSANTARARAYA.COM// — Suasana religius dan penuh keberkahan menyelimuti Masjid Al-Ittihad, Blok H Perum BCM, pada Kamis (27/8/2026) malam. Jamaah kembali memadati lokasi untuk mengikuti Safari Maulid Arba’in Malam ke-15 dalam rangka memperingati Hari Lahir Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB tersebut menghadirkan Ustadz Dian Satibi sebagai pengisi tausyiah. Rangkaian acara diisi dengan tahlil, pembacaan sholawat, serta Mauidhoh Hasanah yang berlangsung khidmat dan penuh pesan keagamaan.
Safari Maulid Arba’in malam ke-15 juga dihadiri guru besar KH Muhammad Badrun Yahya, para pengurus Masjid Al-Ittihad, serta para ulama dan habaib. Acara semakin semarak dengan penampilan Grup Hadroh Ahbabul Ittihad dan Tari Syufi Cikarang.
Ustadz Dian Satibi: Bersyukur atas Nikmat Allah
Dalam tausyiahnya, Ustadz Dian Satibi terlebih dahulu mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.
Ia mengawali ceramah dengan salam, hamdalah, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta penghormatan kepada para Syekh, alim ulama, kyai, asatidz, panitia, dan seluruh jamaah yang hadir.
“Pertama-tama, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT dengan ucapan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Pada malam ini, Allah masih menganugerahkan kita kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya,” tutur Ustadz Dian Satibi.
Ia kemudian mengingatkan jamaah tentang firman Allah SWT bahwa manusia tidak akan mampu menghitung seluruh nikmat yang telah diberikan-Nya.
“Wa in ta’uddu ni’matallahi la tuhsuha — jika kita mencoba menghitung nikmat Allah, takkan pernah mampu kita hitung. Maka tidak perlu kita hitung, cukup kita syukuri dengan lisan dan hati: Alhamdulillah,” lanjutnya.
Menurut Ustadz Dian, dapat berkumpul dalam suasana penuh keimanan hingga memasuki Safari Maulid Arba’in malam ke-15 merupakan salah satu bentuk kenikmatan yang patut disyukuri.
“Malam ini adalah malam ke-15, dan kita masih mampu duduk berkumpul bersama. Itulah kenikmatan terbesar: berkumpul dengan orang-orang sholeh dan orang-orang alim,” ungkapnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan berkumpul dalam majelis yang dipenuhi sholawat dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Siapa tahu di antara kita yang hadir ini ada kekasih Allah. Maka kita pun ikut mendapat keutamaan karena bersama mereka. Mudah-mudahan di sini ada Wali Allah, dan jika tidak, minimal ada wali-wali Allah yang sederhana. Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahi kita semua,” ujarnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Ustadz Dian juga sempat melontarkan guyonan ringan yang mengundang senyum jamaah.
Pesan tersebut menjadi pembuka tausyiah yang menekankan pentingnya mensyukuri setiap nikmat Allah, menjaga silaturahmi, serta menjadikan majelis Maulid sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, Musliman selaku Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Safari Maulid Arba’in hingga memasuki malam ke-15. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terus berjalan dengan lancar dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.
“Semoga Safari Maulid Arba’in ini menjadi wasilah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW, serta membawa keberkahan bagi seluruh jamaah dan masyarakat,” ungkapnya.
Safari Maulid Arba’in malam ke-15 di Masjid Al-Ittihad berlangsung dengan penuh khidmat, kekeluargaan, dan kebersamaan. Antusiasme jamaah menjadi bukti bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW terus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Reporter: Media Nusantara Raya








