BEKASI//MEDIANUSANTARARAYA.COM// — Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan Sosialisasi dan Silaturahmi Calon Kepala Desa Sukadami, Widada S.H, bersama warga RT 06/014, Perumahan Bumi Cikarang Makmur (BCM), Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat RT 06/014 selepas Ashar hingga selesai tersebut dihadiri bapak-bapak dan ibu-ibu warga, jajaran pengurus RT, para korlap, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran Widada S.H disambut hangat dalam suasana santai, penuh dialog, dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Widada S.H memperkenalkan diri sekaligus memaparkan visi, misi, serta gagasan yang akan dibawanya apabila mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Sukadami.
RT Bayu: Aspirasi Warga Harus Didengar
Ketua RT 06, Bayu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh warga sekaligus menyambut kedatangan team relawan Widada S.H.
Bayu menyebut Widada sebagai sosok yang selama ini dikenal dan dihormati warga, serta memiliki pengalaman panjang dalam pengabdian.
> “Beliau adalah sosok yang kami hormati, bapak kita, komandan kita, sekaligus seorang Sarjana Hukum. Saat ini beliau maju sebagai calon Kepala Desa dan kami dari kepengurusan RT 06 memberikan dukungan penuh kepada beliau,” ujar Bayu.
Bayu juga mengajak warga memanfaatkan momentum silaturahmi tersebut untuk menyampaikan secara langsung berbagai unek-unek, harapan, maupun persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi langsung antara calon pemimpin dan masyarakat sangat penting agar setiap aspirasi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam membangun Desa Sukadami ke depan.
> “Inilah saatnya suara dan aspirasi warga tersampaikan. Apa saja unek-unek, harapan, dan keinginan Bapak serta Ibu, silakan disampaikan langsung kepada Bapak Widada. Semoga apa yang disampaikan dapat didengarkan, dipahami, dan menjadi perhatian beliau,” katanya.
Widada S.H: 32 Tahun Mengabdi, Kini Ingin Mengabdikan Diri untuk Sukadami
Dalam paparannya, Widada S.H menyampaikan perjalanan hidup dan pengabdiannya kepada masyarakat. Ia memperkenalkan diri sebagai warga yang tinggal di Blok C 27 No. 1 Perumahan BCM dan telah lama menjadi bagian dari lingkungan Desa Sukadami.
Ia mengungkapkan telah 32 tahun mengabdi di dunia militer dan saat ini masih aktif berdinas di TNI. Dorongan keluarga serta keinginan untuk memberikan pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat menjadi salah satu alasan dirinya maju dalam Pilkades Sukadami.
> “Anak saya sudah mapan dan mandiri. Istri pun sudah berkata, Pak, mari Bapak abdikan diri untuk warga. Kalau memang dipercaya, amanah itu dipikul bersama,” tutur Widada.
Ia juga menyinggung kepeduliannya terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan BCM yang menurutnya telah menjadi perhatian selama sekitar 14 tahun terakhir.
Widada menegaskan bahwa dirinya bersama masyarakat terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, termasuk mencegah praktik yang meresahkan seperti pungutan liar, parkir liar, maupun pemalakan.
“Selama 14 tahun terakhir saya sudah berupaya menerapkan kepedulian sosial di lingkungan kita. Di BCM dan sekitarnya kita berupaya agar tidak ada lagi pungutan liar, parkiran liar maupun pemalakan. Ini bukan hal yang mudah, tetapi berkat dukungan Bapak dan Ibu, alhamdulillah lingkungan kita jauh lebih aman dan nyaman,” ungkapnya.
Tolak Serangan Fajar dan Politik Uang
Salah satu poin yang mendapat perhatian dalam penyampaian Widada adalah komitmennya untuk mengikuti proses Pilkades secara jujur, sportif, dan bermartabat.
Ia menyatakan tidak ingin menggunakan cara-cara yang dapat mencederai demokrasi, termasuk serangan fajar maupun politik uang.
“Saya tidak akan melakukan serangan fajar dan tidak akan menggunakan uang politik. Saya ingin mengajak kita semua berkompetisi secara sehat dan jujur,” tegasnya.
Widada juga menekankan pentingnya persatuan masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun asal daerah.
Menurutnya, selama seseorang telah menjadi bagian dari Desa Sukadami, memiliki kepedulian terhadap masyarakat, serta mempunyai niat untuk mengabdi, maka persoalan asal-usul tidak seharusnya menjadi penghalang.
“Ada yang bilang, dia dari perumahan, bukan warga asli desa. Itu tidak benar. Dari mana pun asalnya, selama tinggal di Sukadami, berhak memimpin dan dipimpin. Yang penting niatnya tulus, kerjanya nyata, dan amanah,” ujarnya.
Siap Berkompetisi Secara Sportif
Menghadapi pencoblosan yang dijadwalkan pada 20 September 2026, Widada menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan Pilkades dengan penuh tanggung jawab.
Ia berharap masyarakat dapat menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan yang objektif dan mengedepankan kepentingan Desa Sukadami.
> “Tujuan saya satu, yaitu melindungi, mengayomi, dan membangun Sukadami yang lebih baik untuk kita semua. Saya mohon doa, dukungan, dan kepercayaan dari seluruh warga BCM dan Desa Sukadami,” ungkapnya.
Widada menambahkan, apabila nantinya mendapat amanah dari masyarakat, dirinya berkomitmen untuk bekerja sekuat tenaga dan membawa semangat pengabdian yang selama ini dijalankannya.
Warga Dorong Pilkades Damai dan Bermartabat
Kegiatan sosialisasi dan silaturahmi tersebut ditutup dengan suasana penuh keakraban. Warga pun berharap seluruh tahapan Pilkades Sukadami dapat berlangsung aman, damai, dan bermartabat.
Silaturahmi antara calon kepala desa dan masyarakat dinilai menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi secara langsung, sehingga masyarakat dapat mengetahui gagasan, visi, serta komitmen masing-masing calon.
> “Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan kebersamaan demi kemajuan Desa Sukadami,” ujar perwakilan panitia.
Dengan semakin dekatnya hari pencoblosan, masyarakat berharap kontestasi Pilkades Sukadami tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga mampu mempererat persaudaraan dan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.






