BOGOR//MEDIANUSANTARARAYA.COM// — Suasana penuh khidmat, keberkahan, dan kebersamaan menyelimuti Padepokan Abah Gede, Kampung Nyengcle RT 05/02, Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Senin (14/9/2026).
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, keluarga besar Padepokan Abah Gede bersama masyarakat menggelar kegiatan keagamaan dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW.”
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut berlangsung penuh kekhidmatan. Acara dihadiri oleh para ulama dan habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat Desa Selawangi dan sekitarnya, serta Kepala Desa Selawangi beserta jajaran Pemerintah Desa.
Acara diawali oleh Dadang Jayalaksana selaku pembawa acara (MC). Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan sholawat, tausiyah keagamaan, serta doa bersama.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut semakin menambah semarak kegiatan sekaligus menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Tausiyah: Menjadikan Rasulullah sebagai Teladan dalam Kehidupan
Dalam rangkaian tausiyah, Ustazah Yoyoh dan Ustadz Abek turut menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada para jamaah. Selain itu, Ustadz Mahfudin Ramli memberikan tausiyah yang menekankan pentingnya menjadikan kehidupan dan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ustadz Mahfudin Ramli mengingatkan bahwa memperingati Maulid Nabi tidak cukup hanya dengan mengenang kelahiran Rasulullah SAW atau memperbanyak kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mengamalkan akhlaknya dalam kehidupan nyata.
Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan sosok yang memberikan keteladanan luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang, rendah hati, hingga kepedulian terhadap sesama.
“Kalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka kecintaan itu harus dibuktikan dengan mengikuti akhlak dan sunnah beliau. Jangan hanya bersholawat dengan lisan, tetapi akhlak kita juga harus mencerminkan akhlak Rasulullah,” pesan Ustadz Mahfudin Ramli dalam tausiyahnya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai contoh dalam membangun kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Menurutnya, banyak persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan apabila setiap orang mampu mengedepankan akhlak, kesabaran, saling menghormati, dan menjaga tali persaudaraan.
Ustadz Mahfudin Ramli juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antara sesama, menghormati orang tua, menyayangi anak-anak, membantu mereka yang membutuhkan, serta tidak mudah menyebarkan kebencian maupun permusuhan.
“Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk menjadi manusia yang membawa manfaat bagi orang lain. Karena itu, mari kita jaga lisan, jaga sikap, perbanyak sholawat, perkuat silaturahmi dan jangan pernah berhenti berbuat kebaikan,” tuturnya.
Para jamaah juga diajak untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Perkuat Ukhuwah dan Silaturahmi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Padepokan Abah Gede tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, silaturahmi, serta persatuan masyarakat.
Kehadiran para ulama, habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat Selawangi dan sekitarnya, serta Kepala Desa Selawangi bersama jajaran Pemerintah Desa menjadi bagian penting dalam memperkuat kebersamaan dan keharmonisan masyarakat.
Melalui tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”, seluruh jamaah diharapkan tidak hanya memahami keteladanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan menanamkan sifat jujur, amanah, sabar, santun, rendah hati, saling menghormati, serta peduli terhadap sesama, diharapkan tercipta masyarakat yang semakin religius, rukun, harmonis, dan penuh kepedulian.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Padepokan Abah Gede kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah memanjatkan harapan agar keberkahan Maulid Nabi senantiasa membawa kebaikan bagi keluarga besar Padepokan Abah Gede, masyarakat Desa Selawangi dan sekitarnya, serta seluruh umat Islam.
Semoga kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada peringatan Maulid, tetapi terus hidup dalam hati dan tercermin melalui akhlak serta perbuatan setiap hari.






