
KOTIM, MEDIANUSANTARARAYA.COM – Keluarga besar Muhammad Nasir Rustami dan Noor Hikmah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus acara tasmiyah putri keempat mereka, Muliana Putri binti Muhammad Nasir Rustami, di Jalan Juanda 24, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (16/9/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB atau selepas salat Isya tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.
Selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, acara juga dirangkai dengan tradisi masyarakat Banjar berupa tasmiyah, timbang anak, dan prosesi naik ayunan.
Sejumlah tokoh dan masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua beserta jajaran pengurus Laung Kuning Banjar DPC Sampit, Ketua Umum LSM Bintang Kalimantan Independen Sardani, Pembina Tarekat Naqsabandiyah Sampit H. Muhammad Sapril Malikul Adil Anton, serta para undangan dan warga sekitar.
Muhammad Nasir Rustami, yang juga menjabat sebagai Bendahara Laung Kuning Banjar DPC Sampit, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat di lingkungan Jalan Juanda 24, anggota dan pengurus Laung Kuning Banjar, serta Kelompok Tani Danau Sampairing yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di lingkungan Jalan Juanda 24, seluruh anggota dan pengurus Laung Kuning, LSM Bintang Kalimantan Independen, serta Kelompok Tani Danau Sampairing yang telah hadir dan mendukung kegiatan ini,” ujar Muhammad Nasir.
Ia mengatakan, pelaksanaan tasmiyah tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk rasa syukur dan untuk mengambil keberkahan dari momentum tersebut.
“Semoga anak saya nantinya menjadi anak yang berbakti kepada orang tua serta berguna bagi nusa dan bangsa,” harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, tausiah keagamaan disampaikan oleh KH Nasrullah. Selain tausiah, keluarga juga melaksanakan tradisi timbang anak yang merupakan bagian dari adat masyarakat Banjar.

Muhammad Nasir menjelaskan, berdasarkan tradisi yang berkembang di masyarakat Banjar, apabila seorang anak lahir pada bulan Safar, maka dilakukan prosesi timbang anak menggunakan nasi ketan hingga beratnya disamakan dengan berat badan anak.
“Setelah itu anak diayun dalam acara Maulid. Karena kegiatan ini berbarengan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, maka prosesi tersebut kami laksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum LSM Bintang Kalimantan Independen, Sardani, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan dan budaya seperti ini tidak hanya menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi masyarakat Banjar agar tetap dikenal dan dilestarikan oleh generasi berikutnya.

“Kami sangat mendukung acara ini. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempertahankan tradisi kami sebagai masyarakat Banjar,” kata Sardani, yang juga Wakaperwil MediaTNI-Polri Kalteng.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di tengah masyarakat sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan sekaligus menjaga nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari menjaga silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang ada di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dan tasmiyah Muliana Putri tersebut pun berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan, serta mendapat dukungan penuh dari MediaTNI-Polri, Media Suara Kalteng, Media Nusantara Raya dan Media Suara Indonesia.
(Tbk)



