BEKASI // MEDIANUSANTARARAYA.COM // — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat Kampung Kandang Roda, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, menggelar Tabligh Akbar yang berlangsung penuh khidmat dan semarak, Selasa malam, 22 September 2026.
Kegiatan yang digelar mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai tersebut bertempat di Masjid Al-Muqorrobin, Kampung Kandang Roda RT 12 RW 06, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.
Mengusung tema “Kita Tingkatkan Semangat Tholabul Ilmi untuk Menjadi Pribadi yang Berkarakter Unggul”, acara dihadiri para ulama dan habaib, perangkat Desa Sukadami, tokoh masyarakat, serta jamaah dari berbagai kalangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ustadz Sholihin Muhtar, S.Pd.I, qori yang dikenal sebagai salah satu qori terbaik di Jawa Barat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an tersebut semakin menambah suasana religius di tengah jamaah yang hadir.
Ketua Panitia Sampaikan Apresiasi kepada Jamaah
Dalam sambutannya, H. Endang, selaku Ketua Panitia Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta mengamalkan ajaran dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
KH Muhidir Hasbi: Perbanyak Ilmu dan Jangan Lalai dari Taubat
Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh KH Muhidir Hasbi atau yang lebih dikenal dengan Kiai Sebret.
Dalam tausiyahnya, KH Muhidir mengajak jamaah untuk terus meningkatkan semangat menuntut ilmu atau tholabul ilmi, memperbaiki akhlak, serta senantiasa melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
Ia kemudian menyampaikan kisah tentang pertemuan Malaikat Jibril dengan Rasulullah SAW sebagai pengingat mengenai pentingnya rasa takut kepada Allah SWT dan tidak meremehkan dosa.
Dikisahkan, Malaikat Jibril biasanya datang menghadap Rasulullah SAW dengan wajah ceria. Namun pada suatu ketika, Jibril datang dengan wajah yang berbeda, terlihat murung dan penuh kekhawatiran.
Rasulullah SAW kemudian bertanya kepada Jibril mengenai keadaan tersebut. Jibril menjelaskan bahwa dirinya datang dalam keadaan takut karena pada saat itu Allah SWT memerintahkan tentang keadaan api neraka.
Dalam kisah yang disampaikan tersebut, Rasulullah SAW kemudian bertanya mengenai gambaran neraka dan para penghuninya. Jibril menjelaskan mengenai tingkatan neraka hingga sampai pada tingkatan yang berkaitan dengan umat Nabi Muhammad SAW.
Menurut kisah yang disampaikan dalam tausiyah, terdapat orang-orang dari umat Nabi Muhammad SAW yang melakukan dosa besar kemudian meninggal dunia tanpa sempat bertaubat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah bahwa manusia tidak boleh merasa aman dari dosa dan kemurkaan Allah SWT. Sebaliknya, setiap manusia dianjurkan untuk senantiasa memperbanyak amal kebaikan, menuntut ilmu agama, memperbaiki akhlak, serta segera bertaubat apabila melakukan kesalahan.
KH Muhidir juga mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari hendaknya mampu membentuk karakter dan perilaku yang lebih baik. Semangat menuntut ilmu harus berjalan seiring dengan peningkatan keimanan, ketakwaan, dan akhlak.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan, keteladanan, dan akhlak Rasulullah SAW.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah diharapkan semakin mencintai Rasulullah SAW, mempererat tali silaturahmi, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang berkarakter unggul dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Acara berlangsung dengan suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan hingga selesai.








