
PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Praktisi pengobatan alternatif Ustadz Muhidin didampingi Guru H. Junaidi, S.H., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang layanan terapi yang telah dijalankannya selama kurang lebih 21 tahun.
“Alhamdulillah, pengobatan alternatif terapi kami ini sudah berjalan kurang lebih 21 tahun,” ujar Ustadz Muhidin saat ditemui, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, terdapat tiga metode terapi utama yang diterapkan dalam pelayanan pengobatan alternatif tersebut, yakni terapi ruqyah, terapi pikiran, dan terapi totok saraf.
Ustadz Muhidin menjelaskan, terapi ruqyah dilakukan untuk membantu menangani gangguan yang diyakini berasal dari pengaruh gaib, seperti santet, sihir, maupun gangguan lain yang diduga berasal dari kiriman pihak yang tidak menyukai seseorang.
Sementara itu, terapi pikiran ditujukan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan psikologis dan emosional, seperti ketergantungan narkoba, putus cinta, rasa galau, hingga berbagai tekanan mental lainnya.
Adapun terapi totok saraf berfokus pada pencarian dan penanganan titik-titik saraf yang berkaitan dengan keluhan atau penyakit yang dialami pasien.
Selama lebih dari dua dekade menjalankan praktik terapi, Ustadz Muhidin mengaku telah mendapatkan kepercayaan masyarakat yang cukup luas.
Bahkan, dirinya bersama tim telah diundang untuk memberikan layanan terapi di lebih dari 19 negara, 31 provinsi, serta 347 kabupaten dan kota di Indonesia.
“Selama 21 tahun ini, pasien yang sudah kami tangani kurang lebih mencapai 300 ribu orang,” ungkapnya.
Dengan pengalaman yang telah dijalani tersebut, Ustadz Muhidin berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan dan melakukan upaya pencegahan sejak dini.
“Harapan saya ke depannya, Insya Allah masyarakat, jemaah, dan para pasien dapat lebih menjaga kesehatan lagi agar tetap sehat dan produktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkasnya.
(Tbk)





