
KOTIM, MEDIANUSANTARARAYA.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit melakukan observasi terkait laporan kemunculan orangutan (Pongo pygmaeus) di kawasan kebun karet warga Desa/Kelurahan Kotabesi Hulu, Kecamatan Kotabesi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut menindaklanjuti laporan staf KPHP Mentaya Tengah Seruyan Hilir, Wibisono, mengenai kemunculan orangutan di sekitar perkebunan warga.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan observasi dilakukan personel Pos Sampit pada Rabu mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
“Personel melakukan observasi di lokasi yang dilaporkan sebagai tempat kemunculan orangutan,” kata Muriansyah.
Dari hasil observasi, petugas menemukan bahwa di sekitar lokasi telah terjadi kebakaran lahan.
Bahkan, saat kegiatan berlangsung masih terdapat titik lahan yang mengalami kebakaran.
Akses menuju lokasi relatif mudah karena dapat dilalui melalui jalan aspal yang tembus hingga Desa Kandan.
Sementara kondisi vegetasi di sekitar lokasi didominasi tanaman karet, kelapa sawit, semak belukar, serta sejumlah tanaman buah.
Petugas kemudian melakukan pencarian untuk memastikan keberadaan orangutan. Namun, selama kegiatan observasi, satwa tersebut tidak berhasil ditemukan.
Meski demikian, petugas menemukan dua sarang orangutan yang masing-masing masuk dalam kategori kelas 2 dan kelas 4.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga bertemu dengan warga yang sedang berjaga di kebun sekaligus melakukan aktivitas penyadapan karet.
Berdasarkan keterangan warga, keberadaan orangutan di sekitar lokasi memang pernah terlihat.
Hal tersebut menjadi salah satu informasi penting bagi petugas dalam melakukan pemantauan terhadap keberadaan satwa dilindungi tersebut.
Petugas BKSDA selanjutnya memberikan pengarahan kepada warga mengenai perilaku orangutan serta langkah yang perlu dilakukan apabila satwa kembali muncul di sekitar kebun.
Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila kembali melihat atau menemukan keberadaan orangutan di lokasi tersebut, sehingga dapat dilakukan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.
BKSDA Resort Sampit akan terus melakukan pemantauan terhadap informasi kemunculan orangutan tersebut, terutama mengingat kondisi sekitar lokasi yang terdampak kebakaran lahan.
(Tbk)




