Ogan Komering Ilir (OKI)//Medianusantararaya.com//– Dugaan penyimpangan bantuan ternak dari pemerintah kembali mencuat di Desa Dabuk Makmur, Kecamatan Mesuji Raya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sejumlah anggota Kelompok Tani Sejahtera meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki pengelolaan bantuan sapi yang dinilai tidak transparan.
Mereka menilai bantuan yang seharusnya menjadi aset bersama kelompok justru diduga dikuasai secara pribadi. Para anggota mengaku tidak lagi mengetahui keberadaan maupun perkembangan bantuan ternak tersebut.
“Ini bantuan pemerintah untuk kelompok, bukan milik pribadi. Kami berharap ada pihak yang serius memperjuangkan hak anggota,” ujar salah satu anggota kelompok kepada media.
Persoalan ini menjadi perhatian karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap program pemberdayaan petani dan peternak yang menggunakan anggaran negara. Jika dugaan tersebut terbukti benar, hal ini dinilai dapat merugikan anggota kelompok sekaligus mencederai tujuan program bantuan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sejahtera, Mad Soim, saat dikonfirmasi mengakui adanya bantuan ternak sapi tersebut. Ia menyebutkan, bantuan pertama diterima pada tahun 2010–2011 sebanyak 40 ekor, kemudian dilanjutkan pada tahun 2017 sebanyak 11 ekor. Namun, ia membantah adanya penyalahgunaan.
“Memang benar ada bantuan tersebut. Tapi anggota sudah tidak mau lagi mengelola secara bersama-sama,” jelasnya kepada redaksi.
Merasa belum memuaskan dengan penjelasan itu, media kemudian meminta klarifikasi kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI melalui staf bernama Amril. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, agar bantuan negara benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
(Redaksi)









