BEKASI//MEDIANUSANTARARAYA.COM//— Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, nama Anton Suryana, S.Kom mulai mencuat sebagai salah satu figur yang menyatakan kesiapan untuk mengabdikan diri sebagai calon Kepala Desa Cibening pada 2026.
Mengusung semangat “Membangun Desa melalui Pelayanan yang Solutif Berlandaskan Nasionalis dan Agamis”, Anton membawa gagasan pemerintahan desa yang terbuka, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
Anton menyatakan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat dan mudah diakses, sekaligus mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat
Berangkat dari Pengalaman Pengabdian
Anton Suryana bukan sosok baru dalam kehidupan sosial dan pemerintahan Desa Cibening. Ia diketahui pernah mengemban amanah sebagai Ketua BPD Desa Cibening periode 2018–2026.
Dalam perannya tersebut, Anton terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, komunikasi antara warga dan pemerintah desa, serta upaya penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang ia bawa untuk maju dalam kontestasi Pilkades Cibening 2026.
“Salah satu prinsip yang saya pegang adalah bahwa membangun desa bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” demikian gagasan yang menjadi landasan pengabdiannya.
Selain pengalaman di pemerintahan desa, Anton juga memiliki rekam jejak dalam organisasi kepemudaan. Ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Karang Taruna tingkat Kecamatan selama 10 tahun, sebelum kemudian mengemban amanah sebagai Bendahara Umum Karang Taruna Kabupaten Bekasi.
Pengalaman panjang tersebut dinilai turut membentuk pemahamannya mengenai tata kelola organisasi, administrasi, transparansi, serta pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Perhatian pada Pendidikan dan Teknologi
Di bidang pendidikan, Anton memiliki pengalaman sebagai pendidik di salah satu Madrasah Aliyah di Kabupaten Bekasi. Pengalaman tersebut membuatnya menaruh perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda di tingkat desa.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan, karakter, serta kemampuan generasi muda menghadapi perubahan zaman.
Latar belakang pendidikan di bidang komputer juga menjadi salah satu perhatian Anton dalam menawarkan gagasan pemerintahan desa yang lebih adaptif terhadap teknologi.
Digitalisasi pelayanan, keterbukaan informasi, serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pelayanan publik menjadi bagian dari gagasan yang ingin dikembangkan apabila nantinya mendapat kepercayaan masyarakat.
Membawa 10 Program Unggulan
Dalam persiapannya menuju Pilkades Cibening 2026, Anton bersama tim juga memperkenalkan sejumlah program unggulan yang mencakup berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Program tersebut antara lain diarahkan pada peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, edukasi warga, pengelolaan sampah, pengembangan olahraga desa, hingga penguatan UMKM lokal.
Gagasan tersebut dirancang dengan pendekatan yang menempatkan kebutuhan warga sebagai salah satu dasar utama dalam penyusunan program pembangunan desa.
Anton juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan masukan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara calon pemimpin desa dan warga.
Mengedepankan Pemerintahan Terbuka
Transparansi dan keterbukaan menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam visi Anton Suryana.
Ia menawarkan konsep tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan terbuka, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai program, kegiatan, serta arah pembangunan desa.
Dengan pengalaman organisasi dan pemerintahan desa yang dimilikinya, Anton menilai komunikasi dengan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menjalankan roda pemerintahan.
Baginya, pembangunan Desa Cibening membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, pemuda, pelaku UMKM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga.
Menghadapi Pemilihan Kepala Desa Cibening 2026, Anton Suryana hadir dengan membawa pengalaman pengabdian, gagasan pelayanan publik, serta komitmen terhadap transparansi dan pembangunan yang berkelanjutan.
Ia ingin menjadikan kedekatan dengan masyarakat sebagai kekuatan utama dalam memahami persoalan dan menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Dengan visi tersebut, Anton berharap proses menuju Pilkades Cibening 2026 dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menentukan arah pembangunan desa ke depan.
“Membangun desa bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.”
Gagasan tersebut menjadi semangat Anton Suryana dalam menawarkan diri untuk melanjutkan pengabdian dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Desa Cibening.










