DEPOK//MEDIANUSANTARARAYA.COM//4 Juni 2026 – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia melaksanakan kunjungan kerja dan studi banding ke TPA PTAL YONIF TP 899/Bata Satya Gardapati (BSG) yang berlokasi di Cipayung Jaya, Kota Depok, Jawa Barat.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari dan bertukar pengalaman mengenai sistem pengelolaan sampah terpadu yang diterapkan oleh TPA PTAL YONIF TP 899/BSG sebagai referensi dalam pengembangan dan optimalisasi pengelolaan sampah di TPST3R Denpasar, Bali.
Rombongan diterima langsung oleh jajaran pengelola PT Pojok Tangguh Alam Lestari (PT PTAL) bersama unsur Batalyon TP 899/Bata Satya Gardapati. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi yang dikembangkan PT PTAL melalui kolaborasi dengan Yonif TP 899/BSG.
TPA PTAL YONIF TP 899/BSG merupakan fasilitas pengelolaan sampah yang mengusung konsep Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi, dengan kapasitas pengolahan hingga 10 ton sampah per hari. Sistem yang diterapkan mencakup pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi biogas dan pupuk organik, pengolahan plastik menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi pirolisis, produksi RDF (Refuse Derived Fuel), serta pengendalian emisi gas rumah kaca secara terintegrasi.
Komandan Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penyelesaian persoalan sampah nasional.
FARHAN AZMI EKTA, P., S.H., Managing Director PT PTAL menjelaskan
“Kami menyambut baik kunjungan dari DLH Bali dan Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui kegiatan studi banding ini diharapkan dapat terbangun pertukaran pengetahuan dan pengalaman sehingga inovasi pengelolaan sampah yang telah diterapkan dapat direplikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan DLH Bali menyampaikan apresiasi atas inovasi dan sistem pengelolaan yang diterapkan di TPA PTAL YONIF TP 899/BSG. Menurutnya, model pengelolaan yang mengedepankan prinsip minim residu, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengendalian emisi menjadi salah satu alternatif solusi yang relevan untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah Bali, khususnya pada pengembangan TPST3R Denpasar.
Dalam sesi lapangan, rombongan meninjau langsung berbagai fasilitas pengolahan sampah yang tersedia, mulai dari area pemilahan, biodigester, pengolahan RDF, fasilitas pirolisis plastik menjadi bahan bakar, hingga sistem pemantauan dan pengendalian emisi. Diskusi teknis juga dilakukan untuk membahas aspek operasional, teknologi, potensi pengembangan, serta peluang kerja sama di masa mendatang.(Red)






