BEKASI//MEDIANUSANTARARAYA.COM//— Ratusan personel gabungan melaksanakan apel tugas pelayanan pengamanan aksi unjuk rasa Forum Ukhuwah Islamiyah (FUKHIS) Kabupaten Bekasi di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Kompleks Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis, 9 Juli 2026.
Apel pengamanan dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB dan dipimpin Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Elia Umboh, S.H., M.H., selaku Kapam Objek. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah kesiapan personel dalam memberikan pelayanan pengamanan terhadap penyampaian aspirasi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 295 personel hadir dari total 306 personel yang tersprint. Pengamanan melibatkan unsur Polres Metro Bekasi, jajaran polsek, Tim Negosiator Polwan, Sat Samapta, Sat Obvit, Sat Binmas, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sie Propam, Brimob, TNI/Denpom, Satpol PP, serta unsur security setempat.
AKP Elia Umboh dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang hadir untuk melaksanakan tugas pengamanan. Ia menekankan agar seluruh anggota menjalankan tugas secara profesional, humanis, tidak arogan, serta tetap menjunjung tinggi netralitas Polri.
Personel juga diingatkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap tamu maupun kendaraan yang masuk ke area Kompleks Pemkab Bekasi melalui pintu yang telah ditentukan, yakni Pintu Gerbang Wibawa Mukti. Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan sesuai standar operasional prosedur guna memastikan kegiatan berjalan dengan baik.
Dalam arahannya, Kapam Objek turut menegaskan bahwa personel tidak diperkenankan membawa senjata api maupun senjata tajam selama pelaksanaan pengamanan. Seluruh tindakan di lapangan diminta tetap berpedoman pada protap dan SOP yang berlaku.
Selain itu, personel diminta untuk tidak meninggalkan objek pengamanan sebelum kegiatan aksi dinyatakan selesai. Apabila terdapat kepentingan mendesak, setiap personel wajib melapor terlebih dahulu kepada pimpinan untuk mendapatkan izin.
Pengamanan aksi unjuk rasa ini menjadi bagian dari komitmen Polres Metro Bekasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, serta menjaga situasi wilayah tetap aman dan terkendali.(Red)








