• REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Login
Media Nusantara Raya
  • Home
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • TNI
  • POLRI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • Lainnya
    • RAGAM
    • PRESIDEN RI
    • PARIWISATA
    • BUDAYA
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
    • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Media Nusantara Raya
  • Home
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • TNI
  • POLRI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • Lainnya
    • RAGAM
    • PRESIDEN RI
    • PARIWISATA
    • BUDAYA
    • PENDIDIKAN
    • PERISTIWA
    • SOSIAL
    • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Media Nusantara Raya
  • HOME
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • PRESIDEN RI
  • TNI
  • POLRI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • RAGAM
  • PARIWISATA
  • PENDIDIKAN
  • BUDAYA
  • PERISTIWA
  • SOSIAL
Home RAGAM

Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Capai 52 Ribu Hektare, Kualitas Udara Pangkalan Bun Memburuk

Catherine Mentaya Kursius by Catherine Mentaya Kursius
Oktober 15, 2026
in RAGAM
0
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PANGKALAN BUN, MEDIANUSANTARARAYA.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) semakin memprihatinkan.

Berdasarkan hasil pemetaan citra satelit Sentinel-2, luas kebakaran yang terpetakan selama periode 3 April hingga 3 Oktober 2026 mencapai 52.325,73 hektare.

Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca kering, vegetasi yang mudah terbakar, serta keterbatasan akses dan sumber air di sejumlah lokasi.

Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 di Pangkalan Bun dilaporkan mencapai 512,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³), yang mengindikasikan kualitas udara sangat buruk.

Koordinator Pengendalian Karhutla Balai TNTP, Syamsul Ilyas, menyampaikan bahwa selama periode pemantauan tersebut tercatat 11.280 titik panas (hotspot) dalam 47 hari pelaporan.

Puncak kemunculan titik panas terjadi pada 22 September 2026, dengan jumlah mencapai 930 titik.

Sepanjang September tercatat 9.768 titik panas, sedangkan pada periode 1–3 Oktober terdapat 1.280 titik panas.

Berdasarkan pemetaan, kebakaran terluas terjadi di Resor Teluk Pulai dengan luas 27.562,87 hektare, disusul Resor Sungai Cabang seluas 12.527,56 hektare.

Kedua wilayah tersebut mencakup sekitar 76,6 persen dari total luas kebakaran yang terpetakan.

Sementara itu, kebakaran di Resor Sungai Perlu mencapai 5.942,48 hektare, Tanjung Rengas 3.207,49 hektare, Pembuang Hulu 2.031,92 hektare, Pesalat 712,01 hektare, dan Baung 341,40 hektare.

Berdasarkan wilayah administrasi, luas kebakaran yang terpetakan di Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 32.878,98 hektare, sedangkan di Kabupaten Seruyan mencapai 19.447,19 hektare.

Syamsul menjelaskan, kebakaran diduga dipicu berbagai aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan, kegiatan berkebun, penambangan emas tanpa izin (PETI), pembalakan liar, pembakaran semak atau padang, hingga perburuan satwa.

Selain itu, kebakaran dari luar kawasan juga berpotensi merambat ke dalam taman nasional, terutama ketika kondisi kemarau disertai angin kencang.

Kondisi vegetasi berupa ilalang, semak belukar, gambut kering, kayu lapuk, dan dedaunan kering turut mempercepat penyebaran api.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Balai TNTP melakukan deteksi dini melalui sistem SiPongi, NASA-FIRMS, NOAA-20, laporan masyarakat, dan patroli lapangan.

Upaya tersebut dilanjutkan dengan pengecekan langsung ke lokasi, pemetaan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone, pemadaman, pembuatan sekat bakar, serta pemantauan hingga titik api dinyatakan padam.

Pengendalian juga melibatkan personel bantuan dari unit pelaksana teknis konservasi sumber daya alam dan ekosistem (UPT KSDAE), mitra terkait, serta dukungan operasi pemadaman melalui udara atau water bombing.

Sepanjang 2026, operasi pengendalian karhutla melibatkan 1.781 orang-hari dari 17 unsur.

Jumlah personel tertinggi tercatat sebanyak 116 orang pada 30 Agustus 2026.

Namun, penanganan di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari medan rawa gambut dan semak belukar yang rapat, kondisi sungai yang surut atau tertutup, hingga lokasi sumber air yang berjarak sekitar 2–4 kilometer dari titik kebakaran.

Cuaca panas, angin kencang, asap tebal, keterbatasan personel, dan gangguan komunikasi juga menjadi tantangan dalam operasi pemadaman.

Operasi water bombing pada 20–22 September 2026 pun belum mampu menjangkau seluruh area terbakar akibat keterbatasan titik sasaran dan kondisi medan.

Untuk meningkatkan efektivitas penanganan, diperlukan penambahan embung, sumur bor, tandon air, selang, pompa apung, personel, serta perangkat komunikasi.

Perbaikan satu unit mesin Max3 yang mengalami kerusakan berat juga menjadi kebutuhan untuk mendukung operasi di lapangan.

Di sisi lain, kondisi cuaca di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kotawaringin Barat, masih perlu diwaspadai.

Perwakilan BMKG Kotawaringin Barat, M. Taufiq, menyampaikan bahwa kondisi iklim dan atmosfer menunjukkan potensi kekeringan yang dapat meningkatkan risiko karhutla.

Dalam data yang disampaikan, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat positif sebesar +0,782, sedangkan suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 tercatat sebesar +3,07.

Data Hari Tanpa Hujan (HTH) per 10 September 2026 menunjukkan 384 titik mengalami hari tanpa hujan selama 21–30 hari, 872 titik selama 31–60 hari, dan 1.637 titik mengalami hari tanpa hujan ekstrem lebih dari 60 hari secara nasional.

Kondisi atmosfer yang relatif kering juga terlihat dari kelembapan udara di wilayah Kotawaringin Barat.

Pada lapisan 850 milibar, kelembapan berkisar 40–60 persen, sedangkan pada lapisan 700 milibar hanya sekitar 10–30 persen.

Sementara itu, indeks Fine Fuel Moisture Code (FFMC) periode 7–14 Oktober 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori sangat mudah hingga ekstrem mudah terbakar.

Kondisi tersebut membuat vegetasi dan bahan bakar permukaan berpotensi mudah menyala serta mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran.

Meski peluang pertumbuhan awan dan hujan diperkirakan mulai meningkat pada Oktober, distribusinya belum merata sehingga belum cukup untuk menurunkan risiko karhutla secara signifikan.

Ancaman karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan aktivitas transportasi udara.

Konsentrasi PM2.5 di Pangkalan Bun yang dilaporkan mencapai 512,2 µg/m³ menunjukkan kondisi kualitas udara yang sangat buruk.

Paparan partikel halus dalam konsentrasi tinggi berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan jantung.

Selain itu, jarak pandang di Bandara Iskandar dilaporkan mengalami penurunan pada waktu tertentu. Kondisi tersebut berpotensi dipengaruhi kabut atau asap akibat kebakaran.

Karena itu, pemantauan kualitas udara dan jarak pandang perlu dilakukan secara berkala.

Koordinasi antara BMKG, pengelola bandara, pemerintah daerah, dan instansi terkait juga diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap keselamatan penerbangan.

BMKG memperkirakan awal musim hujan di Kabupaten Kotawaringin Barat berlangsung secara bertahap mulai Oktober dasarian III hingga November dasarian III, dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari 2027.

Secara umum, aktivitas hujan di Kalimantan Tengah diprediksi meningkat pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Meski demikian, masa peralihan menuju musim hujan tidak boleh membuat kewaspadaan terhadap karhutla menurun.

Pemadaman dan pembasahan lahan gambut perlu terus dipercepat sebelum hujan turun secara merata.

Langkah antisipasi lainnya meliputi peningkatan kapasitas tampungan air, penyesuaian jadwal tanam, penggunaan varietas tanaman berumur pendek, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak kabut asap dan potensi bencana hidrometeorologi.

Melihat luas kebakaran dan berbagai kendala yang dihadapi, penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan wilayah Kotawaringin Barat memerlukan penguatan koordinasi lintas instansi.

Balai TNTP, BPBD, BMKG, TNI/Polri, pemerintah daerah, serta pihak terkait perlu meningkatkan patroli, deteksi dini, pemadaman, dan pembasahan lahan gambut, terutama di wilayah dengan tingkat kebakaran tertinggi.

Penegakan hukum terhadap aktivitas pembakaran lahan dan kegiatan ilegal yang berpotensi memicu kebakaran juga perlu ditingkatkan.

Di samping itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.

Dengan luas kebakaran yang telah mencapai lebih dari 52 ribu hektare, penguatan sarana dan prasarana, ketersediaan sumber air, serta dukungan personel menjadi kebutuhan mendesak agar kebakaran tidak terus meluas.
(BHL)

Views: 25
Previous Post

Podcast EdShareOn Bahas Skandal Lapas Cibinong – Tolak Ombudsman hingga Mutasi Pejabat Bermasalah

Next Post

Perajah Motanoi Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Kesehatan Akibat Kabut Asap di Kalteng

Catherine Mentaya Kursius

Catherine Mentaya Kursius

Bachelor of Mathematics Education

Next Post

Perajah Motanoi Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Kesehatan Akibat Kabut Asap di Kalteng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapten Infantri Muhammad Guntur, Paspampres Regu A Presiden Prabowo, Digadang Jadi Bupati Bima: Banjir Dukungan dari Tokoh Nasional dan Warga NTB

Kapten Infantri Muhammad Guntur, Paspampres Regu A Presiden Prabowo, Digadang Jadi Bupati Bima: Banjir Dukungan dari Tokoh Nasional dan Warga NTB

Agustus 12, 2025
RANGKUL KEDAMAIAN, POLSEK CIKARANG SELATAN BERHASIL DAMAIKAN PERSELISIHAN ANTAR KOMUNITAS OJOL

RANGKUL KEDAMAIAN, POLSEK CIKARANG SELATAN BERHASIL DAMAIKAN PERSELISIHAN ANTAR KOMUNITAS OJOL

Juni 13, 2026
UNDANGAN PERNIKAHAN ANAK KAMI

UNDANGAN PERNIKAHAN ANAK KAMI

Mei 25, 2025
Ribuan Massa Antar Emin Suryana Daftar Pilkades Tamanrahayu, Yakin Bawa Perubahan

Ribuan Massa Antar Emin Suryana Daftar Pilkades Tamanrahayu, Yakin Bawa Perubahan

Agustus 3, 2026

Hello world!

1

IObit Smart Defrag Portable + Product Key (x32-x64) Windows 11

1

Coffee is health food: Myth or fact?

0

Get more nutrition in every bite

0

Perajah Motanoi Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Kesehatan Akibat Kabut Asap di Kalteng

Oktober 15, 2026

Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Capai 52 Ribu Hektare, Kualitas Udara Pangkalan Bun Memburuk

Oktober 15, 2026
Podcast EdShareOn Bahas Skandal Lapas Cibinong – Tolak Ombudsman hingga Mutasi Pejabat Bermasalah

Podcast EdShareOn Bahas Skandal Lapas Cibinong – Tolak Ombudsman hingga Mutasi Pejabat Bermasalah

Oktober 14, 2026
Ribuan? Tidak Perlu Jumlah, Wartawan Se-Bekasi Raya Bersatu! Desak Pencopotan Kadis LH, Pengusutan Dugaan Penghinaan Jurnalis, dan Jaminan Kebebasan Pers

Ribuan? Tidak Perlu Jumlah, Wartawan Se-Bekasi Raya Bersatu! Desak Pencopotan Kadis LH, Pengusutan Dugaan Penghinaan Jurnalis, dan Jaminan Kebebasan Pers

Oktober 14, 2026

Recent News

Perajah Motanoi Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Kesehatan Akibat Kabut Asap di Kalteng

Oktober 15, 2026

Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Capai 52 Ribu Hektare, Kualitas Udara Pangkalan Bun Memburuk

Oktober 15, 2026
Podcast EdShareOn Bahas Skandal Lapas Cibinong – Tolak Ombudsman hingga Mutasi Pejabat Bermasalah

Podcast EdShareOn Bahas Skandal Lapas Cibinong – Tolak Ombudsman hingga Mutasi Pejabat Bermasalah

Oktober 14, 2026
Ribuan? Tidak Perlu Jumlah, Wartawan Se-Bekasi Raya Bersatu! Desak Pencopotan Kadis LH, Pengusutan Dugaan Penghinaan Jurnalis, dan Jaminan Kebebasan Pers

Ribuan? Tidak Perlu Jumlah, Wartawan Se-Bekasi Raya Bersatu! Desak Pencopotan Kadis LH, Pengusutan Dugaan Penghinaan Jurnalis, dan Jaminan Kebebasan Pers

Oktober 14, 2026
Media Nusantara Raya

Website Pemberitaan Medianusantararaya.com merupakan website Profesional Tajam & Terpercaya menyajikan pemberitaan Terbaru dan terupdate.

Follow Us

Kategori Berita

  • Activators
  • Breakers
  • BUDAYA
  • Bypass
  • Cleaners
  • Cracked
  • Cracks
  • DAERAH
  • Docs
  • Dumpers
  • Few-Shot
  • Fonts
  • Gog
  • GPTQ
  • HUKUM
  • Injects
  • INTERNASIONAL
  • KEAGAMAAN
  • Keys
  • KRIMINAL
  • Managers
  • NASIONAL
  • Optimizers
  • Pack
  • PARIWISATA
  • PEMERINTAH
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLRI
  • PRESIDEN RI
  • RAGAM
  • Sheets
  • Shows
  • SOSIAL
  • Teasers
  • TNI
  • TNI – POLRI
  • Trainers
  • Umum
  • Visualizers
  • WebDL

Recent News

Perajah Motanoi Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Kesehatan Akibat Kabut Asap di Kalteng

Oktober 15, 2026

Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting Capai 52 Ribu Hektare, Kualitas Udara Pangkalan Bun Memburuk

Oktober 15, 2026
  • REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA CYBER

Hak Cipta medianusantararaya.com © 2022-2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • HOME
  • INTERNASIONAL
  • PEMERINTAH
  • PRESIDEN RI
  • TNI
  • POLRI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • RAGAM
  • PARIWISATA
  • PENDIDIKAN
  • BUDAYA
  • PERISTIWA
  • SOSIAL

Hak Cipta medianusantararaya.com © 2022-2025 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In